Cerita Dewasa

Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay

Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay

setelah sebelumnya ada Cerita Seru Ngentot Dua Pembantu Cantik, kini ada cerita seks bergambar Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay. selamat membaca dan menikmati.
Perkenalkan namaku Raka lahir dikota Bandung 30th yg lalu berasal dari keluarga baik-baik dan Ketika SMP aku punya seorang sahabat Tono…oohhh iyaa…. saya skrng tinggal dikota Jakarta karena kebetulan mendapatkan pekerjaan di sana. Kejadian ini terjadi kira2 7th yg lalu tanggalnya aku lupa tapi yg pasti saat itu malam minggu ketika sahabatku pergi wakuncar sedangkan aku menunggu dirumahnya karena kebetulan aku jomblo hehehe….saat itu di rumah sahabatku hanya ada aku dan ibu sahabatku Tono,aku tau persis kebiasaan ibu sahabatku ini hampir setiap malam dipijat oleh pembantunya karena kebetulan pembantunya saat itu pulang kampung jadi keadaan rumah sepi.
Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay
Cerita Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay
Perlu diketahui ibu sahabatku ini sekarang kira2 berumur 42th status janda,Ketika itu kira2 jam 21.00 wib saya dan ibu sahabatku sdg menonton acara televisi dan sambil ngobrol ngalor-ngidul entah mengapa tiba2 aku menawarkan jasa utk memijatnya..”tante..apa nggak pegel2 badan.?Kan biasanya klo yg biasa dipijat sehari ngga dipijat aja pegel2 ..?? “trus ia menjawab “emang sih kepengen nih dipijat tapi spa yg mo mijat kan si mbo lg pulang kampung..?apa Raka mau mijitin tante?saat itu langsung aku jawab “bleh kalo tante mau..”lalu ibu sahabatku tengkurep dikasur lipat depan televisi dan aku mulai memijat kakinya.
“Raka ternyata pijitan KM enak jg..”ujarnya“Mungkin karena dulu suka disuruh mijit sama ibu ato bapak dirumah “jelasku.Tanpa aku sadari kalo tanganku sdg mijat pahanya, ini baru aku sadari setelah merasakan desah nafasnya seperti tidak beraturan mungkin dia sdh lama tidak tersentuh tangan laki2 setelah ditinggal mati suaminya melihat itu naluri lelakiku bangkit apalagi pahanya mulus lalu aku pura2x sambil nonton dan mengajak ngobrol tapi tanganku memijat terus naik sampai akhirnya menyentuh cdnya dan aku mendengar dia mendesah.
”Sssshh…ssshh..hhmmm…”lalu aku memberanikan diri menyentuh vagina&dia tidak menolak malah mendesah lbh keras”uuukkkh…”aku yakin ibu sahabatku terangsang akibat pijatanku selain itu ibu sahabatku sdah lama tidak pernah terjamah tangan pria.aku dpt melihat dengan jlas raut wajahnya yg sdg menikmati permainan tanganku divagina“ookkhh…Raka“dia mendesah sambil menyebut namaku tanpa pikir panjang lg aku balikan badannya lalu aku cium bibirnya kemudian dia membalasnya dengan penuh gairah…aku dan dia berciuman sambil aku memainkan lidahku didlm mulutnya begitupun sebaliknya dia membalas denga penuh nafsu kami telah terbakar nafsu birahi.Lalu aku membuka satu persatu pakaian yg dia kenakan kebetulan hanya pakai daster jd tidak terlalu sulit utk membuka pakaiannya setelah kita berdua sama2 bugil lalu aku jilat vaginanya terasa asin karena memang dia sdh basah sssrruuff…aku jilatin klitotisnya dia hanya mendesah dan melenguh“aaakkh…..Raka…uuuugghh..enaaak…tante nga tahaan nih..”ujarnya tak selang brp lama dia menekan kepalaku kearah vaginanyadia& melebarkan kakinya dia orgasme“aaakkhh…Raka….tante nga kuaaat“dia mengangkat pantatnya setelah itu aku merakan kalo dia lemas lalu aku menyodorkan penisku kemulutnya tanpa diperintah dia langsung mengulum penisku“aaakkkkhhh tante enaaak…”ternyata ia sangat pintar memainkan lidahnya seluruh batang penis dikulumnya dengan lembut lalu dia menjilat biji serta pantatku dia jilat membuat aku kelojotan menahan kenikmatan yg aku peroleh dari ibu sahabatku“hhmm…ooogghh..taanttee..”
Hanya itu yg sanggup aku ucapkan.Lalu aku tarik badannya setelah itu aku rebahkan sambil aku jilat putingnya yg telah mengeras aku arahkan penisku keliang vaginanya trasa sempit walau diusianya sekitar 37th ketika kejadian itu tpi vaginanya tidak trasa longgar atau mungkin karena kepala kontol yg lumayan bsar walau penisku ukurannya standar skitar 15cm tapi modelnya gemuk dan helmnya besar…aku mulai memasukan penisku kevaginanya terlihat ia meringis mnahan nikmat ato sakit ktika kepala kontolku mulai memasuki vaginanya…”oookkhh…Raka enaaakk….truuss say..”ia meracau lalu aku sodok lbh dlm lg…”ooogghh tante Raka juga enaakk…..aaagghh..”balasku sambil trus memompa penis di vaginanya.Setelah kira2x 5 mnt aku memompa ibu sahabatku dengan gaya mulai konvensional tiba2x dia mempererat pegangan kepunggungku,aku tau kalo dia mau orgasme“Raka tante mau sampe…”lalu aku trus memompanya dan tiba dia memperarat pelukan dan mencium bibirku…
”ooogghh Rakai..tante keluar”lalu aku trus memompanya sambil berciuman hangat kira2x 10mnt kmudian stelah aku lakukan dengan berbagai gaya serta aku pangku dia karena memang badannya yg kecil pd saat posisi konvensional aku merasakan kl aku akan kluar..”aaarrgghh…tante..Raka mau keluar didlm ato luar?”ujarku“ooorghh Raka didlm aja..tante jg sm mau kluar “balasnya…lalu aku mempercepat gerakanku dan ibu sahabatku mempererat pelukannya dan “aaaaaaarrrrgggh….tantee….”ujarku “ooorrgghh adi tante juga keluar “… itu yang kita ucapkan saat menikmati orgasme bersama. ( baca juga : Cerita Dewasa Ngentot Ibu Temanku )

Sesaat setelah itu kami berdua lemas terkulai tetapi penisku masih terbenam di dalam vaginanya lalu kami berdua berciuman“tante..Raka sayang tante” ujarku lalu ibu sahabatku menjawab ‘ tante juga sayang Raka….tapi Raka harus janji kejadian ini jangan sampai bocor”…”iya tante pasti akan Raka jaga….”ujarku. Setelah itu kmi berdua merapikan baju masing2 karena takut sahabatku pulang dari wakuncarnya setelah bersih 2x kita berdua nonton tv sambil berpelukan layaknya 2 sejoli yg sedang dimabuk asmara sambil sekali2 berciuman.
Dikenalkan dengan Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni

Dikenalkan dengan Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni

 Cerita mesum dapat kenalan janda muda yang membuatku horni oleh teman cewek yang seorang pecinta sex dengan judul ” Dikenalkan dengan Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni ” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.
Dikenalkan dengan Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni
Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni

Dikenalkan dengan Seorang Janda Muda yang Membuatku Horni

Cerita hot – Saya mempunyai seorang temen cewek, sebut saja namanya Vina. Dari postur tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipinya. Vina mempunyai tinggi kurang lebih 165 cm, 47 kg dan menggunakan bra ukuran 34B (hal itu saya ketahui ketika saya ML sama dia), dan kulitnya kuning langsat. Dengan wajah layaknya cewek kampus, dan tidak terlihat sama sekali kalau dia juga seorang pecinta sex bebas, sama seperti saya.
Beruntung saya memiliki wajah dan badan yang cukup lumayan, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman untuk melepas birahi, apalagi ditambah dengan ukuran saya yang boleh dibilang lebih dari rata-rata. Wajar saja kalau teman cewek saya rajin mengontak saya disaat mereka butuh dan begitupun juga sebaliknya.
Suatu hari, Vina menelpon saya. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru, dan cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ternama di ibukota, yang namanya sudah terkenal. Dia janji mau mengenalkan saya ke dia. Maka kemudian saya dan Vina membuat suatu janji pertemuan di hari Sabtu.
Pada hari yang telah di janjikan, saya telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda, dan seperti yang telah direncanakan, Vina datang membawa seorang temannya yang bernama Santi.
“Tok.. tok.. tok..!” 3 kali saya dengar ketokan pintu, maka secara otomatis saya membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, terlihatlah Vina yang sedang tersenyum kepada saya, dan di belakangnya tampak temannya yang akan dikenalkan ke saya. Dan benar saja, temannya itu menang benar mirip sekali dengan artis ibukota yang Vina ceritakan.
“San, kenalin donk.. ini loh temen gue yang gue mau kenalin ke elu.” begitu ucap Vina sambil masuk ke kamar.”Oh iya, gue Santi.. dan elu sapa..?” sapanya ramah.Saya sempat terdiam sewaktu Santi menjulurkan tangannya, karena saya tidak habis pikir kalau cewek ini begitu cantiknya, dan saya harus dapat mencicipinya hari ini juga.
“Hmm, nama gue A..” begitu saya sadar, langsung saya merespon dengan julurkan tangan.Hmm, kulitnya halus juga, pikir saya. Kalau dari yang saya lihat, Santi ini sedikit lebih pendek dari Vina, tetapi dia mempunyai buah dada yang lebih besar daripada Vina. Kira-kira tingginya 160 cm, 45 kg, dan saya rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.
“Eh, loe berdua jangan diem gitu donk, kasih gue minum kek..!” tiba-tiba suara Vina memecahkan kesunyian yang ada.”Oh iya, sori Vinn, tuh loe ambil aja deh di kulkas..!” jawab saya sekenanya.”Gini..,” kata Vina. “Temen gue Santi ini seorang janda anak satu, tapi loe pikir deh, umurnya baru 23 dan body-nya masih segini, ngga kecewa donk loe gue bawain yang kaya gini.” lanjut Vina lagi.”Ah elu bisaan aja Vin,” sahut Santi dengan tersipu, sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah.Aduh.., ini membuat saya jadi horni saja.
Tiba-tiba saja Santi menarik Vina ke kamar mandi.”Ikut gue bentar deh Vin..!” kata Santi.Lalu Vina dengan terburu buru juga ikut dan sambil bicara kepada saya, “Dah loe tiduran aja dulu di ranjang, temen gue mau bilang sesuatu kali nih ke gue.”
Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi.”Eh sori yach tadi sempet bikin loe kaget.” kata Santi.”Eh, ngga apa-apa kok.” jawab saya masih bingung.”Emangnya kenapa sih tadi..?” saya masih bingung.”Udah deh loe ngga usah tau, urusan perempuan kok barusan, yang penting sekarang loe santai aja di ranjang loe dan ikutin permainan gue.” timpalnya lagi.
“Wah-wah-wah, permainan apa lagi nih..?” pikir saya dalam hati.Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Vina tersenyum nakal ke arah saya. Duh, saya jadi tambah horni saja deh.”Sebelum gue kasih loe ijin, jangan sekali kali loe sentuh gue, ok..?” kata Santi.”Ok-ok deh..,” jawab saya meskipun saya masih agak bingung dengan arah permainannya.
Tiba-tiba saja Santi langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumi saya di bibir. Yach sudah otomatis saya akan merespon juga donk. Lidah kami saling ‘bergerilya’, sedangkan saya hanya boleh telentang saja di ranjang. Kemudian ciuman Santi turun ke leher saya, hm.. enaknya pikirku. Dijilatinnya leher saya, terus dia juga menjilati kuping saya.Tanpa sadar saya mendesah, “Ahh, enak, San, terusin dong..!”
“Sekarang gue bukain baju loe, tapi inget..! Tangan loe tetep diam aja yach, jangan sentuh gue sebelum gue kasih ijin..!” sahutnya lagi.”Aduh sengsara banget nih..! Masa mau ML tapi tangan gue ngga boleh megang-megang sih..!” pikir saya dalam hati.
Dengan cepet Santi membuka baju saya dan langsung dilempar. Dengan sigapnya Santi langsung bergerilya di dada saya, bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Digigitnya kedua puting saya.”Ahh, enak gigitan loe,” saya mendesah pelan.Samar-samar saya melihat Vina duduk di samping saya sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.
Tanpa sadar tangan saya mencoba mencari buah dada Santi untuk saya remas-remas. Eh tanpa saya duga, tiba-tiba saja tangan saya ditepis oleh Santi dan Vina.”Gue kan udah bilang, kalo belum gue kasih ijin jangan sentuh gue..!” kata Santi.”Iya, loe tuh gimana sih..?” kata Vina, “Ikutin donk permainannya Santi..!” lanjut Vina.”Yach habis gimana donk..? Namanya juga reflek..!” timpal saya sambil mendesah dan agak kecewa.
“Pokoknya loe sabar deh..!” kata Santi sambil membuka celana saya.”Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..!” ujar Santi sambil bergumam sendiri.”Loe tau aja kesukaan gue..!” kata Santi, “Dan loe seksi banget dengan CD warna gini, bikin gue horni juga tau..!” kalimat Santi yang terakhir sebelum dia mulai ber-‘karaoke’.”Oohh, enak, sedot lagi donk yang kuat San..!” kata saya sambil mendesah.
Kurang lebih 5 menit Santi telah ber-‘karaoke’ terhadap penis saya. Kemudian Santi dengan sigapnya melepas seluruh baju, celana dan pakaian dalamnya.”Nah, sekarang loe baru boleh sentuh gue..!” kata Santi.Maka karena dari tadi saya sudah menahan mau nyentuh dia tapi tidak boleh, maka kesempatan ini tidak saya sia-sia kan.
Langsung saja saya rebahkan Santi di ranjang dan gantian saya ciumi bibirnya, dan Santi juga membalasya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian saya turuni ciuman saya ke daerah lehernya. Hmm, lehernya yang bersih itu saya ciumi dan saya jilati. Samar-samar saya mendengar Santi mulai mendesah.
Kali ini saya turun ke buah dadanya, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun putingnya Santi.Dan Santi kemudian bicara, “Ayo donk isepin puting gue, please..!”
“Wah ini saatnya balas dendam nih..!” pikir saya dalam hati.”Hah..? Loe minta diisepin puting loe, sabar yach sebelum gue mood, gue ngga bakal isep puting loe..!” jawab saya sambil tersenyum.Saya lihat Vina juga ikut tersenyum melihat temannya terkapar pasrah.
Tidak lama setelah saya memainkan buah dadanya, saya turun ke vaginanya. Tampaklah bulu-bulu vagina Santi yang begitu halus dan dicukur rapih. Dengan sigap saya langsung menghisap vagina santi.”Ohh.., ohh.., enakk..! Terusin donk Sayang..!” sahut Santi sambil mendesah.Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.
“Sayang, aku mau keluar,” lirih santi.Dan tiba-tiba saja cairan vagina Santi keluar diiringin teriakan dari Santi yang kemudian saya telan semua cairan vagina Santi.”Duh Say, kamu kok hebat sih maenin memekku..?” tanya Santi.Yang saya lakukan hanya tersenyum saja.
“Please donk, masukin punya kamu sekarang..!” pinta Santi dengan memelas.”Nanti dulu, puting kamu belum gue hisap..!” jawab saya.Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencanganya secara bergantian, kiri dan kanan.
“Ahh, enakk Sayang, terusin..! Tambah kenceng donk..!” teriak Santi.Hmm, mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horni lagi, apalagi si ‘adik’ sudah dari tadi menunggu giliran ‘masuk’. Maka langsung saja saya memasukkan penis saya ke vaginanya.”Shit..! Sempit banget nih memek..!” pikir saya dalam hati.
Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya masuk juga barang saya ke vaginanya.”Gila bener San, barang loe enak dan sempit banget sih..?” jawab saya dengan napas yang mulai tidak teratur.Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Santi yang sedang merem melek.
Begitu masuk, langsung saya goyangkan. Yang ada hanya suara Santi yang terus mendesah dan teriak.”Ahh terus Sayang, tambah cepet donk..!”Dan sekilas di samping saya tampak Vina sedang meremas-remas buah dadanya sendiri.
“Sabar Vin, akan tiba giliran loe, sekarang gue beresin dulu temen loe ini..!” jawab saya sambil sambil menggoyangkan Santi.Vina hanya dapat menganggukan kepala, soalnya dia tahu ini bagian dalam permainan yang mereka buat, jadi Vina juga tidak boleh ikut sedikit pun dalam permainan saya dan Santi.
Tidak lama kemudian Santi minta gantian posisi, kali ini dia mau di atas.”Gue cepet keluar kalo di atas..!” katanya santai.Kami pun berganti posisi. Berhubung Santi tadi sudah keluar, maka kali ini ketika kami ‘main’ vagina Santi sudah becek.”Ahh.., enakk.., barang lo berasa banget sih..!” jawab Santi sambil merem melek.
5 menit kemudian Santi teriak, “Ahh.., gue keluar lagi..!” dan dia langsung jatuh ke pelukan saya.Tetapi saya kan belum keluar, wah tidak begini caranya nih. Ya sudah akhirnya saya gantian dengan gaya doggy.Kali ini kembali Santi menjerit, “Terusiin Sayang..!”Tidak lama kemudian saya merasa kalau saya sudah mau keluar.”San, mau keluarin dimana..?” tanya saya.”Di muka gue aja.” jawabnya cepat.
Kemudian, “Croott.., crott..!” sperma saya saya keluarkan di wajah Santi.Kemudian Santi dengan cepat membersihkan penis saya, bahkan saya saja sampai ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya. Dan saya tetep melihat Vina tetap meremas dadanya dan dia pun melihat saya dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama seperti temannya.

“Vin, ke kamar mandi dulu yuk, gue mau bersih-bersih nih..!” jawab saya sambil mengajak Vina.Kemudian Vina dengan cepat menarik saya ke kamar mandi. Di kamar mandi kami saling membersihkan satu sama lain.”Vin, gue istirahat dulu yach, gue cape banget soalnya,” timpal saya dengan suara lemas karena horni tapi penuh dengan kebahagiaan.

Cerita Dewasa Bapak Mertua Menanam Benih


cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto Igo Bugil Toket Mentul
Dan pikiran yang sangat mengganggunya itu adalah karena dia curiga sudah sejak dulu papanya ada 'perasaan lain' pada Emma istrinya. Emma merasa sangat marah pada Paul, karena sangat egois dan dengan perasaan cemburunya itu. Bukan hanya kali ini Paul meragukan kesetiaannya terhadap perkawinan mereka dan kali ini dia merasa telah berada dalam puncaknya.. Dan dia tahu dia akan membuat Paul membayar sikapnya yang menjengkelkan itu.

Ketika itu terjadi, Jack tiba pada hari sebelum Paul terbang ke luar kota untuk bertemu kliennya. Dia tidak membiarkan kedatangan Jack mengganggu jadwalnya, meskipun dia akan membiarkan papanya bersama Emma tanpa dia dapat mengawasinya selama beberapa hari kedepan. Ini adalah segala yang Emma harapkan dan lebih, ketika dia menyambut Jack dengan secangkir teh yang menyenangkan..

Dia bisa katakan dari perhatian Jack yang ditunjukkannya pada kunjungan itu. Mata Jack berbinar saat dia tahu Paul akan pergi besok pagi-pagi benar, dan dia mendapatkan Emma sendirian dalam beberapa hari bersamanya. Emma sangat menarik, yang sungguhpun dia tahu sudah tidak punya kesempatan terhadap Emma, dia masih berpegang pada harapannya, dan berbuat yang terbaik untuk mengesankannya, dan menggodanya.

Emma tersanjung oleh perhatiannya, dan menjawab dengan mengundang bahwa mereka berdua dapat mulai untuk membiarkan harapan dan pemikiran yang telah dia kubur sebelumnya untuk mulai kembali ke garis depan itu.

Sudah terlambat untuk jam kunjungan rumah sakit sore itu, sehingga mereka akan kembali lagi esok paginya sekitar jam sebelas. Emma menuangkan beberapa gelas wine untuk mereka berdua sekembalinya dari rumah sakit petang itu.

"Aku harus pergi dan mandi.. Aku kira aku tidak punya waktu pagi nanti".


"Oh bisakah Papa membiarkan showernya tetap hidup? Aku juga mau mandi jika Papa tidak keberatan."

Emma mau tak mau nanti akan menyentuh dirinya di dalam shower, bayangan tangan Jack pada tubuhnya terlalu menggoda dan rasa marah terhadap suaminya sangat sukar untuk dienyahkan dari pikirannya.

Dia belum terlalu sering mengenakan jubah mandi sutera itu sebelumnya, tetapi memutuskan untuk memakainya malam ini. Hasrat hatinya mendorongnya untuk melakukannya untuk Papa mertuanya, Paul bisa protes padanya jika dia ingin. Terlihat pas di pinggangnya dan dengan tali terikat, membuat dadanya tertekan sempurna. Itu nampak terlalu 'intim' saat dia menunjukkan kamar mandi di lantai atas. Emma meninggalkannya, dan kemudian kembali semenit kemudian.

"Aku menemukan salah satu jubah mandi Paul untuk Papa" dia berkata tanpa berpikir saat dia membukakan pintu untuknya. Di dalam cahaya yang remang-remang Emma dapat melihat pantatnya yang atletis.

Mereka duduk bersama di atas sofa, melihat TV. Dan setelah dua gelas wine lagi, Emma tahu dia akan mendorong 'keinginan' manapun yang Jack ingin lakukan. Dia sedikit lebih tinggi dari Paul, maka jubahnya hanya sampai setengah paha berototnya. Mau tak mau Emma meliriknya sekilas dan ingin melihat lebih jauh lagi. Dengan cara yang sama, Jack sulit percaya akan keberuntungannya untuk duduk disamping Emma yang berpakaian sangat menggoda dan benaknya mulai membayangkan lebih jauh lagi. Jack akan dikejutkan nantinya jika dia kemudian mengetahui hal sederhana apa yang akan membuat hasratnya semakin mengakar..

Besok adalah hari ulang tahun Emma, dan Paul lupa seperti biasanya, alasannya bahwa tidak ada waktu untuk lakukan apapun ketika dia sedang pergi, dan dia telah berjanji pada Emma kalau dia akan berusaha untuk mengajaknya untuk sebuah dinner yang manis ketika pulang. Kenyataannya bahwa Jack tidak hanya tidak melupakan, tetapi membawakannya sebuah hadiah yang menyenangkan seperti itu, menjadikan hatinya lebih hangat lagi. Dia seperti seorang anak perempuan kecil yang sedang membuka kotak, dan menarik sebuah kalung emas.

"Oh Papa.. Papa seharusnya tidak perlu.. Ini indah sekali"


"Tentu saja aku harus.. Tapi aku takut itu tidak bisa membuat kamu lebih cantik cintaku.. Sini biarku kupasangkan untukmu"


"Ohh Papa!"

Emma merasa ada semacam perasaan cinta untuknya saat dia berada di belakangnya. Dia harus lebih dulu mengendurkan jubah untuk membiarkan dia memasang kaitan di belakang, dan ketika dia berbalik ke arahnya, Jack tidak bisa menghindari tetapi matanya mengarah pada belahan dada Emma yang menyenangkan.

"Oh.. Apa rantainya kepanjangan?" ia berharap, menatap kalung yang melingkar di atas dada lezatnya.


"Tidak Pa.. Ini menyenangkan" dia tersenyum, menangkap dia memandang ke sana lebih banyak dari yang seharusnya diperlukan.


"Oh terima kasih banyak.."

Emma menciumnya dengan agak antusias dibanding yang perlu dilakukannya dan putus tiba-tiba dengan sebuah gairah dipermalukan. Kemudian Jack menangkap momen itu, menarik punggungnya seolah-olah meredakan kebingungannya dan menciumnya dengan perasaan jauh lebih dibandingkan perasaan seorang mertua.

"Selamat ulang tahun sayang" katanya, saat senyuman mereka berubah jadi lebih serius.


"Oh terimakasih Papa"

Emma menciumnya kembali, menyadari ini adalah titik yang tak bisa kembali lagi, dan kali ini membiarkan lidahnya 'bermalas-malasan' terhadapnya. Dia baru saja mempunyai waktu untuk merapatkan jubahnya kembali saat Paul meneleponnya untuk mengucapkan selamat malam dan sedikit investigasi. Paul ingin bicara pada papanya dan memintanya agar menyimpan cintanya untuk ibunya yang sudah meninggal. Mata Emma tertuju pada Jack saat dia menenteramkan hati putranya di telepon, mengetahui dia akan membiarkan pria ini melakukan apapun..

"Aku sangat suka ini Pa.." Emma tersenyum ketika telepon dari Paul berakhir. Dia menggunakan alasan memperhatikan kalungnya untuk membuka jubahnya lagi, kali ini sedikit lebih lebar.


"Apa kamu pikir ini cocok untukku?"


"Mm oh ya.." dia tersenyum, matanya menelusuri bagian atas gundukan lezatnya, dan untuk pertama kalinya membiarkan gairahnya tumbuh.

Emma secara terbuka mempresentasikan payudaranya untuk kekasihnya, membiarkan dia menatapnya ketika dia membusungkan dadanya jauh lebih lama dibandingkan hanya sekedar untuk memandangi kalung itu. Dia mengangkat tangannya dan memegang mainan kalung itu, mengelus diantara dadanya, menatap tajam ke dalam matanya.

"Kamu terlihat luar biasa dengan memakainya" dia tersenyum.

Nafas Emma yang memburu adalah nyata ketika tangan kekasihnya telah menyentuhnya di sana, dan pandangannya yang memikat saat kekasihnya menyelami matanya memberi dia tiap-tiap dorongan. Mereka berdua tahu apa yang akan terjadi kemudian, sudah terlalu jauh untuk menghentikannya sekarang. Dia akan bercinta dengan Papa mertuanya. Mereka berdua juga menyadari, bahwa tidak perlu terburu-buru kali ini, mereka harus lebih dulu membiarkan berjalan dengan sendirinya, dan walaupun kemudian itu akan menjadi resikonya nanti.

Emma bisa melihatnya sekarang kalau 'pertunjukannya' yang nakal telah memberi efek pada gairah kekasihnya. Gundukan yang terlihat nyata di dalam jubahnya menjadikan jantungnya berdebar kencang, dan kekasihnya menjadi bangga ketika melihatnya menatap itu, seperti halnya dia yang memandangi payudaranya.

"Kamu sudah cukup merayuku.. Kamu nakal!" Emma tersenyum pada kata-kata terakhirnya, memberi dia pelukan yang lain. Pelukan itu berubah menjadi sebuah ciuman, dan kali ini mereka berdua membiarkan perasaan mereka menunjukkannya, lidah mereka saling melilit dan memukul-mukul satu sama lain. Emma merasa tali jubahnya mengendur, dan Jack segera merasakan hal yang sama.

"Oh Jack.. Kita tidak boleh" dia menjauh dari kekasihnya sebentar, tidak mampu untuk hentikan dirinya dari pemandangan jubahnya yang terbuka cukup lebar untuk melihat ujung penisnya yang tak terukur membesar diantara pahanya yang kuat.

"Ohh Emma.. Aku tahu.. Tapi kita harus" dia menarik nafas panjang, memandang pada perutnya untuk melihat kewanitaannya yang sempurna, telah merekah dan mengeluarkan cairannya. Detak jantung Emma bahkan jadi lebih cepat saat dia lihat tonjolannya menghentak lebih tinggi ke udara saat kekasihnya memandang bagian paling intimnya.

"Oh Jack sayang.." desahnya pelan saat kekasihnya memeluknya, jubahnya tersingkap dan dia terpana akan tonjolannya yang sangat besar di bagian bawahnya. Itu sepertinya memuat dua prem ranum yang membengkak dengan benihnya yang berlimpah. Dia tidak bisa hentikan dirinya sekarang.. Dia membayangkan dirinya berenang di dalamnya.

"Emma cintaku.. Betapa lamanya aku menginginkanmu.." katanya saat ia menggapai paha Emma.


"Oh Jack.. Seandainya aku tahu.. Setiap kali Paul bercinta denganku aku membayangkan itu adalah kamu yang di dalamku.. Papa termanis.. Apakah aku terlalu jahat untuk katakan hal seperti itu?"


"Tidak kekasihku.." jawabnya, mencium lehernya dan turun pada dadanya, dan membuka jubahnya lebih lebar lagi untuk agar tangannya dapat memegang payudaranya. Mereka berdua ingin memanfaatkan momen itu..


"Apakah kamu ingin aku di sana sekarang?"


"Oh Jack.. Ya.. Papa" erangnya kemudian mengangkat jubahnya dan tangannya meraih penisnya.


"Aku sangat menginginkannya"


"Oh Emma.. Kekasihku, apakah ini yang kamu ingin?" dia mengerang, memegang jarinya di sekitar batang berdenyutnya yang sangat besar.


"Oh ya Papa.. Penismu.. Aku ingin penis Papa di dalamku"


"Sayangku yang manis.. Apa kamu menginginkannya di sini?" kekasihnya melenguh, menjalankan jemarinya yang pintar sepanjang celah itu, menggodanya, membuat matanya memejam dengan nikmat. Emma hampir merintih ketika dia menatap mata kekasihnya.


"Mm penis Papa di dalam vaginaku"


"Ahh anak manisku tercinta" Emma menjilat jarinya dan menggosoknya secara lembut di atas ujung kejantanannya yang terbakar, membuat kekasihnya merasa ngeri dengan kegembiraan.


"Kamu ingin jadi nakal kan Pa.. Kamu ingin orgasme di dalamku" Emma menggoda, meninggalkan pembesaran tonjolan yang bagus, dan mengalihkan perhatiannya kepada buah zakarnya yang membengkak.

Sekarang adalah giliran kekasihnya untuk menutup matanya dengan gairah yang mengagumkan.

"Kamu ingin meletakkan spermamu di dalam istri putramu.. Kamu ingin melakukan itu di dalam vagina gadis kecilmu"

Dia hampir menembakkannya bahkan waktu Emma menggodanya, tetapi entah bagaimana menahan ombak klimaksnya, dan mengembalikannya pada Emma, keduanya sekarang saling memegang pinggang satu sama lainnya.

"Dan kamu ingin benih Papa di dalam kandunganmu kan.. Dalam kandunganmu yang dahaga.. Membuat seorang bayi kecil di dalam kandungan suburmu" dia tidak bisa semakin dekat kepada tanda untuknya.. Emma telah memimpikan kekasihnya memberinya seorang anak, Emma gemetar dan menggigit bibirnya saat jari tangan kekasihnya diselipkan di dalam saluran basahnya.

"Papa.. Oh ya.. Ya.. Tolong.. Aku sangat menginginkannya.."

Paul belum pernah punya keinginan membicarakan tentang hal itu.. Emma tidak benar-benar mengetahui apakah dia ingin seorang anak, sekalipun begitu pemikiran itu menjadi sebuah gairah yang luar biasa. Bibirnya menemukannya lagi, dan tenggelam dalam gairahnya, lidah mereka melilit lagi dengan bebas tanpa kendali yang sedemikian manis.

Emma membiarkan jubahnya terbuka seluruhnya sekarang, menekankan payudaranya secara lembut melawan dada berototnya, perasaan geli membuat cairannya lebih berlimpah. Jantungnya terisi dengan kenikmatan dan antisipasi, pada pikiran bahwa dia menginginkan dirinya.. Bahwa seluruh gairah Emma akan terpenuhi dengan segera.

"Oh gadis manisku yang jahat" lenguhnya saat bibir Emma menggodanya.


"Aku akan pergi sebentar" dia tersenyum dengan mengundang saat dia menoleh ke belakang dari pintu.


"Jangan pergi" Emma melangkah ke lantai atas, jubahnya berkibar di sekitarnya lagi saat dia memandangnya.

Emma tidak perlu merasa cemas, suaminya sedang berada jauh di sana dengan segala egoisme kesibukannya, dan Emma mengenal bagaimana kebiasaanya. Jantung Emma dilanda kegembiraan lebih ketika dia melepaskan jubahnya dan berjalan menuju dia.. Pada Papa mertuanya.. Telanjang dan siap untuk menyerahkan dirinya seluruhnya kepada kekasihnya.

Ketika dia mendengar langkah kaki Emma pada tangga, dia lalu keluar dari jubahnya dan sekarang berlutut di atas permadani di depan perapian, menghadapinya ketika dia masuk, ereksinya semakin besar dalam posisi demikian. Emma berlutut di depannya, tangannya memegang obyek hasratnya, yang berdenyut sekilas, lembut dan demikian panas dalam sentuhannya. Matanya terpejam dalam kenikmatan murni saat Emma berlutut dan mencium ujung merah delima itu, matanya terbuka meresponnya, dan mengirim beberapa tetesan cairan lezat kepada lidah penggemarnya. Kekasihnya mengelus payudaranya dan menggoda puting susunya yang gemuk itu.

"Aku sudah siap Pa.. Malam ini seutuhnya milikmu"


"Emma sayang, kamu indah sekali.." kekasihnya memujinya dan dia tersenyum dengan bangga.


"Oh Papa.. Kumohon. Aku sangat menginginkannya.. Aku ingin benihmu di dalamku"


"Sepanjang malam cintaku.." kekasihnya tersenyum, rebah bertumpu pada sikunya lalu menyelipkan tangannya diantara paha Emma.


"Kita berbagi tiap momen"

Emma rebahan pada punggungnya, melebarkan lututnya membiarkan jari kekasihnya berada di dalam rendaman vulvanya.

"Ohh mm Papa sayang.." Emma melenguh saat jari kekasihnya merangsang tunas kesenangannya tanpa ampun.


"Mm betapa aku sangat memuja perempuan kecilku.." Kekasihnya menggodanya ketika wajahnya menggeliat di puncak kesenangan.


"Ohh Papa.. Rasakan bagaimana basahnya aku untukmu"


"Apa anakku yang manis sudah basah untuk penis Papa? Mm penis Papa di dalam vagina panas gadis kecilnya.. Penis besar Papa di dalam vagina gadisnya yang panas, vagina basah.." kata-katanya diiringi dengan tindakan saat dia bergerak di antara pahanya, tongkatnya berdenyut dengan bernafsu saat dia mempersiapkan lututnya.


"Setubuhi aku Pa.. Masukkan penismu ke dalamku"


"Sayang.. Emma yang nakal.. Buka vaginamu untuk penis Papa" tangan mereka memandu, kejantanannya membelah masuk kewanitaannya.


"Papa.. Yang besar.. Itu penuh untukku kan?"


"Ya putriku manis.. Sperma yang penuh untuk kandunganmu.. Apa kamu akan membuat Papa melakukan itu di dalam tubuhmu?"


"Ahh ya Papa.. Aku akan membuatmu menembakkannya semua ke dalam tubuhku.. Ahh ahh ahh"

Emma mulai menggerakkan pinggangnya.. Takkan menghentikan dirinya saat dia membayangkan itu. Mata mereka saling bertemu dalam sebuah kesenangan yang sempurna, mereka bergerak dengan satu tujuan, yang ditetapkan oleh kata-katanya.

"Papa akan menembakkan semuanya ke dalam kandunganmu yang subur.. Sperma Papa akan membuat bayi di dalam kandunganmu Emma sayang" tangan kekasihnya mengayun pantatnya sekarang saat dia mulai menusuk lebih dalam, matanya menatap kekasihnya ketika dia menarik pantatnya yang berotot, mendorong lebih lanjut ke dalam tubuhnya.. Memberinya hadiah yang sangat berharga.

Penis besarnya menekan dalam dan panjang, buah zakarnya yang berat menampar pantatnya saat dia mendorong ke dalam kandungannya. Dia tidak bisa menolong, hanya melihatnya, setiap gerakan mereka yang mendatangkan nikmat.. Membayangkan waktunya akan segera datang.. Memancar dari kekasihnya.. Berenang di dalam dirinya.. Membuatnya mengandung anaknya. Dia menggelinjang saat kekasihnya menyusu pada puting susunya yang diremas keras, tangan besarnya meremas payudaranya bersama-sama saat dia mengocoknya berulang-ulang.
Bacaan sex top: Cerita Dewasa Ngentot Dengan Adik Kandung
"Ohh Papa.. Penis besarmu membuatku orgasme.. Oohh" dia berteriak, menaikkan lututnya setinggi yang dia bisa untuk memaksanya lebih dalam ke bagian terdalam vaginanya. Kekasihnya menghentak lebih cepat, meremas pantatnya untuk membuat sebuah lingkaran yang ketat pada vaginanya.. Momen yang sempurna mendekat dengan cepat saat dia menatap mata kekasihnya.

"Emma sayang.. Papa juga keluar.."


"Mm shh" Emma memperlambat gerakan kekasihnya, menenangkannya ketika waktunya datang..


"Aku ingin menahanmu saat kamu keluar.. Saat kamu memompa benihmu ke dalam tubuhku"


"Oh sayang.. Ya gadis manisku.. Tahan aku saat kukeluarkan spermaku ke dalam kandunganmu"

Dia merasa itu membesar di dalam cengkramannya, urat gemuk penisnya siap untuk berejakulasi, dan kemudian menghentak dengan liar, dan dengan masing-masing semburan yang dia rasa pancarannya yang kuat menghantam dinding kewanitaannya, membasahi hamparan ladangnya yang haus kekeringan. Bibir mereka bertemu dalam lilitan sempurna, tangisan Emma membanjiri kekasihnya kala kekasihnya menyembur dengan deras ke dalamnya. Punggung Emma melengkung, mencengkeram penisnya sangat erat saat ombak kesenangan menggulungnya. Dia ingin menahannya di sana untuk selamanya..

"Ohh Ohh aahh.. Papa melakukannya.. Isi aku.. Aahh" jantung mereka berdegup sangat keras ketika mereka berbaring bersama, terengah-engah, sampai mereka bisa berbicara.


"Oh Tuhan, Emma.. Aku sangat menginginkanmu.."
 Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku

Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku

Aku Yanet, baru saja menikah, suamiku sangat workaholik, jadi aku dijadiin istri keduanya setelah pekerjaannya, dia lebih seneng dengan kerjaanya ketimbang aku, lama-lama aku bete juga. Indahnya pernikahan cuma dalam khayalanku saja. Kami tinggal di apartment, dari segi materi suamiku berlimpah jadi apapun yg dia mau bisa di beli, termasuk aku hihihi. Maksudku, aku juga tergiur dengan hartanya, begitu dia melamarku langsung aku terima saja.
cerita sex selingkuh mertua 2017Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku
Pesta pernikahan kami digelar mewah dan meriah sekali, dari acara itu aku baru bertemu dengan bapak mertuaku untuk yg pertama kali, lelaki paruh baya yg masih nampak gagah, keren, badannya atletis dengan rambut setengah memutih. Kalau dilihat beliau masih sehat luar dalam, rajin berolah raga dan juga bisa merawat badannya sehingga masih nampak perkasa di usianya yg hampir menginjak kepala 5. Selama resepsi berlangsung matanya tak lepas memandangiku terus. Selama pacaran kami gak pernah bertemu karena suami gak pernah ngajak aku untuk ketemu sama bapaknya, begitu kita memutuskan untuk menikah baru bapaknya di suruh dateng ke acara resepsi.
Bapaknya memang tinggal luar kota menekuni usaha yg dirintisnya dari bawah dam masih berjalan sampai sekarang. Aku sampai tersipu malu, tak kala pandangan bapaknya nggak pernah lepas dari diriku, maklum ibu mertua sudah lama meninggal dan Bapak tdk menikah lagi.
Selang hari, suamiku ngasih tau aku kalau bapaknya untuk sementara waktu mau tinggal bersama kami dulu, karena usahanya sedikit mengalami kemunduran, jadi bapak mertua mau cari partner usaha yg baru untuk mengembangkan lebih lanjut usahanya. Akupun lalu menyiapkam kamar untuk si Bapak. Aku melayani makan dan minum si Bapak biar dia kerasan tinggal bersama kami. Setelah ditinggal beberapa hari bersama kami, kehidupan kami berjalan seperti biasa, Bapak mencoba mengkontak beberapa orang yg pernah jadi partner kerjanya dulu. sampe pada suatu hari…
Menjelang magrib aku baru pulang dari aktivitasku, apartment dalam keadaan gelap, aku mengira kalau tdk ada orang di rumah. Begitu masuk aku langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi aku cuma melilitkan handuk di tubuhku lalu menuju ke pantry buat nyiapin makan malam, paling tdk buat aku dan si Bapak yg mungkin sebentar lagi akan pulang, pikirku. Ketika aku lewat depan kamar Bapak pintunya tdk tertutup dan lampunya mati, begitu aku melihat ke dalam kamar tenyata bapak ada di dalam kamar, dia tidur dengan keadaan telanjang bulat. Yg membuatku terpana adalah batang penis si Bapak begitu besarnya, lebih besar dari punya suamiku.
Saat itu AC juga tdk dinyakalan, mungkin karena gerah dia tidur sambil telanjang. Baru mau melangkah tanpa sengaja aku nyenggol kursi sehingga dia terbangun. Matanya langsung terbelalak ketika dia melihat aku hanya mengenakan handuk.
“Maaf Pak, gak sengaja nyenggol kursi, jadi ganggu tidur Bapak nih, oya Bapak tidur kog bugil gitu”, kataku, nafsu juga aku melihat batang penisnya yg besar meski dalam keadaan lemas.hehehe
“Bapak kegerahan jadi tidurnya telanjang, maaf ya…” jawanya.
“kenapa AC nya nggak dinyalain” tanyaku
“Hemat listrik Net,hehehhe…”, jawabnya tersenyum, dia sama sekali tdk risi telanjang didepanku.
“Ya udah Yanet mau nyiapain makan malam dulu Pak” kataku sambil berlalu.
Aku lalu beranjak meninggalkannya sendiri, tapi dengan cepat dia menarik tanganku sehingga aku masuk dalam pelukannya. Aku kaget tapi aku diam saja. Dia mencium pipiku,
“Yanet, kamu cantik sekali, apalagi cuma pakai handuk aja kayak gini” katanya sambil menciumi leherku tempat yg cukup sensitif di tubuhku. Dilepasnya Handukku sehingga aku telanjang dalam pelukannya. Dia lalu menarikku ke tempat tidur, dibaringkannya aku di tempat tidur.
Kembali dia menciumi pipiku, kemudian perlahan dia mengecup bibirku. Tangannya menyentil-nyentil pentilku, geli banget rasanya, nafsuku mulai naik, aku sudah tdk mikir lagi siapa dia, yg hanyaku dipikirkanku hanyalah kenikmatan, yg jarang sekali kudapat dari suami workaholik itu.
Dia mencoba membuka bibirku dengan lidahnya, segera lidahku kujulurkan dan langsung saja dikulumnya, dia meremas toketku dengan penuh nafsu. Ciumannya kemudian pindah ke toketku, pentilku yg sudah mengeras dijilatinya, kemudian diemutnya dan dihisap perlahan.
“Kamu benar-benar cantik Yanet” dia mengulangi pujiannya lagi. Aku merasa sangat senang sekali ada yg memujiku seperti ini, jarang sekali suamiku memuji diriku seromantis ini.
“Aku jadi terangsang banget melihatmu dalam keadaan telanjang begini” katanya yg sudah dipenuhi dengan nafsu yg membara, tapi biar saja, perempuan mana yg tdk seneng disanjung-sanjung begini. Tubuhku memang sexy, begitu kata temen-temanku ketika masih sekolah dulu.
Toketku berukuran sedang tdk besar ataupun tdk kecil tapi kenceng, dengan dihiasi sepasang pentil yg masih imut, yg jarang sekali digarap oleh suamiku selama ini. Perutku juga masih rata sekali dan bokongku cukup menarik perhatian ketika aku sedang berjalan karena goyangannya bisa memabukkan lelaki yg lagi pikiranya kotor. Matanya menatap ke selangkanganku yg ditumbuhi bulu jembut hitam lebat, kontras dengan warna kulitku yg putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus jembut yg berada di mekiku. Aku mendesah dan tanpa sadar aku membuka kedua kakiku yg tadinya merapat.
Lalu dia menempatkan diri di antara kedua kakiku yg terbuka lebar. Kepala kontolnya ditempelkan pada bibir mekiku. Digesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah, Naik turun. Aku merasa geli bercampur nikmat. Cairan mekiku yg sudah keluar dari tadi membuat gesekannya semakin lancar karena licin. Aku terengah-engah dibuatnya. Kelihatannya dia sengaja melakukan itu agar aku tambah terangsang. Apalagi saat kepala kontolnya digesek-gesekkan di itilku yg sudah menegang. Ahhh sungguh nikmat luar biasa. Dia menatap tajam padaku dan melihat reaksiku. Aku balas menatapnya seolah memintanya untuk segera memasuki batang kemaluanya ke dalam mekiku.
“Yanet, puaskan aku ya, sudah lama aku tak berhubungan badan debgan orang secantik kamu” katanya tanpa basa basi.
Kujawab cukup dengan anggukan. Perasaanku bercampur aduk antara malu dan pengen segera dientot sama batang kemaluannya yg super gede itu. Terus terang aku sangat nafsu dengan keperkasaan kontolnya. Aku heran kenapa kontol suamiku jauh lebih kecil dari punya Bapaknya, tapi aku dalam keadaan terangsang gini, gak kepikiran untuk menemukan jawabannya.
“Masukin saja sekarang Pak” desahku yg sudah sangat terangsang.
“Kamu dah nggak tahan ya Net, spertinya kamu jarang digauli anakku ya”, dia tersenyum sambil terus aja menggesekkan kepalanya di penisku.
Bapak mertuaku merasa senang telah berhasil menaklukan diriku. Aku menunggu cukup lama tusukkan batang penisnya masuk ke dalam lubang meqi ku. Serasa tak sampai-sampai. Selain panjang, batang penisnya besar juga. Aku sampai menahan nafas saat batang penisnya terasa nyumpal di dalam lubang meqi. Rasanya sampai ku ubun-ubun. Aku bari bisa bernafas lega ketika seluruh batang penisnya amblas di dalam meqi ku.
Dia mulai mengayunkan pinggangnya perlahan-lahan. 1 2 dan 3 tusukan batang penisnya mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan kenikmatan dalam lubang meqi ku batang penisnya keluar masuk dengan lebih mudah. Aku mengimbangi dengan gerakan pinggangku. meliuk-liuk. Naik turun mengikuti irama genjotanya. Gerakan kami semakin lama semakin cepat dan bertambah liar. . Gerakanku sudah tak beraturan karena yg penting bagiku kepala penisnya mencapai bagian-bagian peka di dalam meqi ku.
Bapak mertuaku sepertinya tau apa yg aku inginkan. Ia bisa mengarahkan batang penisnya dengan tepat ke sasaran. Aku bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yg sungguh luar biasa ini. Batang penisnya memenuhi seuluruh lubang meqi ku, tak ada satupun ruang yg tersisa hingga gesekan-gesekan batang penis itu sangat terasa sekali di seluruh dinding meqi ku.
“Uuugghhhh…. ooooghhhh… ooogghhhh” aku merintih dan mengerang kenikmatan.
Aku mengakui keperkasaan bapak mertuaku di atas ranjang. Ia begitu tangguh, jantan dan entah apa lagi sebutan yg pantas kuberikan untuknya. Yg pasti aku merasa sangat puas bersetubuh denganya meski kusadari ini tak seharusnya kulakukan. Tetapi saat itu aku sudah tdk memperdulikanya dan takkan menyesali kenikmatan yg ku alami. Sungguh-sungguh nikmat
“Ooogghhh.. nikmat banget pak,, genjot yg lebih keras paakkk… oggghhhh” dia bergerak semakin cepat
Batang penisnya bertubi-tubi menusuk lubang meqi ku. Aku meregang tak kuasa menahan perasaan nikmat yg dia berikan. Sementara dia dengan perkasanya masih menggenjot meqi ku naik turun, kekanan dan kekiri. Desahanku semakin liar seiring dengan gelombang dahsyat yg semakin mendekati puncaknya. Melihat reaksiku, dia mempercepat genjotanya. Batang penisnya yg panjang dan besar itu keluar masuk dengan cepatnya. Kulihat sekujur tubuhnya penuh peluh. Aku pun demikian. Aku meraih tubuhnya untuk memeluk dengan erat.
Kurengkuh tubuhnya sehingga menindih tubuhku. Kubenamkan mukaku di samping bahunya. Pinggang ku angkat tinggi-tinggi sementara kedua tanganku menggapai pantatnya dan menekanya kuat-kuat. Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam tubuhku. Aku meregang. Tubuhku mengejang kuat di atas puncak kenikmatan yg kualami.
“Oochhh…” hanya itu yg bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yg ku alami bersamanya
“Yanet nikmat ya kamu…” bisik mesranya. Kurasakan ciumanya di bibirku berhasil membangkitkan gairahku.
“Iya Pak.. nikmat banget, Sekarang gantian Yanet yg di atas ya, Yanet mau bikin bapak nikmat juga.”
Aku pun langsung menindihnya dan ku ciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya. Kumainkan batang penisya yg tegak mengeras itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku menghisap-hisap. Tanganku mengocok-ngocok batang penisnya. Kulihat dia merem melek kenikmatan. Belum sempat ia berkata, aku langsung jongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lututnya yg berada di samping kanan dan kiri tubuhnya. Selangkanganku berada persis di atas batang penisnya.
“Oogghhhh Yanet” Desahnya tertahan ketika batang penisnya kubimbing memasuki lubang meqi ku.
Tubuhku turun dengan perlahan, menelan habis seluruh batang penisnya. Selanjutnya aku bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak. Pinggangku bergerak naik turun, sambil sesekali meliuk. Pinggangku mengaduk-aduk dengan lincahnya, mengulek liar tanpa henti. Tanganya meremas-remas toketku, di remas dan di cubit-cubit
Dia lalu berganti posisi setengah duduk. Wajahnya dibenamkan di atas dadaku. Menciumi toketku dan menghisap puting susuku sambil meremas-remas. Aku dan Bapak mertuaku saling berlomba memberi kepuasan. Tubuh kami penuh dengan peluh, membuat tubuh kami jadi lekat satu sama lain. Aku bergerak menggoyang pinggulku. Dia menggoyangkan pantatnya. Kurasakan sodokan batang penisnya bertamabah kencang seiring dengan liukan-liukan tubuhku yg tak kalah kencangnya.
Permainan kami berdua semakin menjadi-jadi. Bantal guling berserakan di lantai akibat pergumulan kami yg bertambah liar. Kurasakan dia mulai memperlihatkan tanda-tanda. Aku bertambah semangat menggoyangkan pinggulku. Tak selang beberapa detik kemudian, akupun merasakan desakan yg sama. Aku terus menggoyangkan pinggulku sambil mengerang-ngerang keras. Aku sudah tdk peduli dengan suaraku akan terdengar kemana-mana. Kurasakan tubuhnya mulai mengejang-ngejang hebat. Ia mengerang keras. Aku pun merintih kenikmatan.
“Aaaarrgghhhhh….. oooogghhhhh…!” dia berteriak keras, tubuhnya menglinjang-glinjang liar.
Tubuhku terbawa goncanganya. Aku memeluknya erat agar jangan sampai terpental oleh goncanganya. Mendadak aku merasakan semprotan dahsyat pejuhnya menyirami seluruh meqi ku, begitu kuat dan banyak membanjiri lubang meqi ku. Aku pun rasanya tak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakkan pinggulku kuat-kuat, aku mengerang keras saat mencapai puncak orgasme. Tubuh kami bergulingan di atas tempat tidur sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kami berdua terjatuh dari tempat tidur, untungnya tempat tidur tak terlalu tinggi dan ada bantal guling yg terjatuh dari tempat tidur sehingga tdk sampai menyakitkan. Dia tersenyum memandangku,

“Yanet, kamu liar sekali sampai jatuh gini” aku cuma tersenyum
“Kamu jarang di pakai suamimu ya.., kasihan, kalau tau dari dulu sering main-main kesini deh” dia mencium keningku mesra sekali.
“Sungguh nikmat bercinta denganmu Net”
“Yanet juga nikmat dan puas bercinta dengan Bapak”
“Ya udah selama aku di sini kita berbagi kenikmatan aja ya” aku cuma menggangguk aja.
Cerita Dewasa Sinta Pemandu Karaoke

Cerita Dewasa Sinta Pemandu Karaoke

cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa 2017, cerita mesum terbaru 2017, cerita sex mesum 2017, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017, kumpulan cerita mesum bergambar 2017, galeri cerita mesum 2017, cerita mesum paling panas 2017, cerita mesum dan fotonya 2017
Cerita Mesum Sinta Pemandu Karaoke
Waktu sore aku mau tongkrong di tempat tersebut, dan aku lihat sudah banyak o mom atau tante tante yang sudah duduk disana, biasanya orang orang tersebut menyelesaikan atau membicarakan tentang transaksinya hampir aku lihat wajah mereka tersenyum dan ketawa ketawa mungkin ditandakan dengan dealnya masing masing.
Aku masih berkutat untuk memilih tempat dudukku aku lihat ada salah satu kursi yang kosong tapi disana udah ada tante sendirian sedang sibuk dandan yang memakai rok mini, aku hampiri dia dan ijin kalau mau duduk disampingnya. “Bolehkan aku duduk disini, soalnya hanya tempat duduk ini yang kosong lainnya sudah penuh.
Dia mempersilahkan untuk aku duduk disampingnya , “dengan menggerakan tangannya ke bangku”
“Terimakasih tante”
Kira kira 5 menit aku hanya diam , kemudian aku memberanikan untuk menyapanya, sendirian ya tante atau sedang menunggu orang lain??
“jawab dengan hemat tante itu “ya”
“iya entar kalau teman tante datang aku akan pergi dari banguku ini”
Kelihatannya gak enak banget nih tante dalam hatiku.
“dia masih sibuk dandan tanpa mempedulikan perkataanku tadi”
Awalnya aku mau pindah dan jalan jalan lagi, barang kali aku dapat kenalan cewek yang muda dari tante sewot ini, tapi tak selang berapa lama ada wanita muda yang menghampiri tante tersebut dengan menyapa dan cium pipikanan kiri, aku lihat wajahnya kira kira berumur 22 – 23 nan.
Dia berkata maaf tadi diluar macet jadi agak menunggu lama disini, dia juga menyalami tanganku dia bertanya gimana mas kabarnya “akrab banget wanita muda ini” kemudian setelah bersalaman tangannya di ambil oleh tante menor tersebut “dia hanya duduk disampingku dan aku bukan teman dia”
“sialan banget nih tante songong” dalam hatiku.
“iya mba aku Cuma duduk disini sambil nunggu teman juga “gak papa kan mba kalau aku nunggu disini lagi”
Tamu dari tante tersebut terlihat seksi dengan baju yang membuka di belahan dadanya diman membuat aku tak kuasa untuk meninggalkan keindahan tersebut, selang 25 menit tante dan tamunya ngobrolnya sudah selesai dengan hentakan keras tante menor tersebut meninggalkan wanita ini sendirian, wahhh apa yang aku bilang jika sabar menunggu pasti hasilnya memuaskan.
Aku masih berharap jika bisa kenal lebih dekat dengan wanita ini “(otak mesumku sudah mulai berimajinasi) tapi kenapa apa gerogi atau gimana aku mau bicara susah seperti kayak ada yang mengganjal di tenggorokan.
“mas boleh minta rokoknya , soalnya punyaku habis nih”
“ya mba silahkan , aku pun jadi semangat” soalnya rokoknya sama ya mas.
Aku sodorkan rokok dan korek apinya tapi dia sudah membawa korek sendiri.
Aku masih diam dan sesekali aku melirik ke arah dadanya semoga bisa melihat sedikit tonjolan payudaranya.
Maaf ya mas soal tadi , dia memang gampang marah dan berperilaku kasar, kirain kamu adalah pacar barunya mba saya, soalnya dia sering gunta ganti pacar biasanya seminggu dia sudah ganti.
“oh gitu ya mba mungkin aku juga gak kriteria dia, soalnya juga dari tadi aku di sampingnya selalu di cuek “
“hehe biasa mas emang dia begitu orangnya kalau gak mau disapa atau diganggu duluan dia cuek abis”
Kemudian setelah kami ngobrol bercanda sedikit, dia langsung memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya, aku Sinta aku adalah adek terakhir dari kakakku yang galak itu 
“Aku Adi yang duduk dengan mbanya baik hati ini? Sambil aku melempar senyum”. cerita sex terbaru 2017
Saat dia ikut tertawa telihat payudaranya yang megal megol kenan kekiri, waaoowww emejing sekali tubuh mba Sinta ini, setelah beberapa menit kami nyambung dalam bicara dan kami memesan minuman kopi dan squash dia menceritakan sedikit soal hubungan keluarganya dimana sering bertengkar dengan saudaranya akibat warisan.
“ahh begitu aku menggangguk angguk” sudah sore aja ternyata , kemudian Mba Sinta mengambil handphone nya dan bilang kepada temannya kalau hari ini dia tidak bisa masuk kerja , alasannya sedang sakit, ??dalam hatiku kerja di malam hari?? Aku bertanya.
“mba Sinta mau kerja ya ?kalau boleh tau kerja dimana Mba??
“Iya mas aku kerjanya di sebuah karaoke, jadi males untuk bekerja soalnya mba aku juga disana males kalau ketemu dengan dia lagi, nanti kalau bertengkar disana malah jadi kacau , jawabnya dari pada itu terjadi aku mending menghindar duluan.
Kalau gitu mba Sinta mau kemana , kalau mau pulang terus pulang kemana ??, melontarkan pertanyaan yang penuh harapan.
Mba Sinta menjawab aku ngekos di salah satu gang dekat ini, seteleh pertanyaan itu aku sendiri malah diam bengong, tak tau mau bertanya apa lagi, dia malah balik tanya lagi,
“mas Adi ada kegiatan lain gak, klau gak ada temenin Sinta jalan yuk , ketimbang disini semakin bete”
“aku masih bengong dan tak sadar sebentar” wahh mau diajak kemani nih sambungku”
Ya kalau mas Adi mau, kalau gak ya gak papa mas , aku tak jalan sendiri aja. cerita sex terbaru 2017
Karena aku juga sudha membayangkan mau diapa apain ama dia , otak mesumku langsung mau menerima ajakan mba Sinta , aku jawab kita buka kamar yu mba???
Karena keceplosan perkataan tersebut aku malu dan tak berani untuk memandang wajahmba SInta,
“Mba Sinta malah mengiyakan perkataanku yang sponta tersebut”
“Kalau gitu yang ada AC dan TV nya ya mas”
Sontak aku kaget kalau mba Sinta menyetujui permintaanku tersebut.
Aku sangat sekali mendengar kalau mba Sinta mengiyakan , kau langsung berdiri dan memegang tangannya serta mencari taxi untuk pergi ke hotel untuk bisa mesum dengan mba Sinta, di dalam taxi mba Sinta menyenderkan kepalanya ke bahuku dia sudah manja manja gimana gitu, dia membuat suasana jadi rilex tapi pikiranku sudah mengacau karena penisku juga sudah berdiri.
Sampailah dihotel yang dicari kami langsung pesan kamar dan beserta makanan untuk 2 orang kami langsung menuju kekamar aku langsung tiduran di kasur untuk rebahan dan menyalakan TV agar ada suasananya mba Sinta pun juga demikian dia mencopot sepatunya dan rebahan di sampingku dengan mengganti chanel tv, sampai makanan itu datang.
Baca Juga Cerita HOT 10 Cara Menghambat Penetrasi
Setelah kami makan aku merncopot celana panjangku dan aku hanya memaki boxer sedangkan mb Sinta masih merokok di depan meja meckup, sambil sesekali dia melirikku tanpa ada ekspresi, aku piker apa Mba Sinta itu cewek bayaran soalnya dia hanya cuek dan tak berkata apa apa, tapi setelah aku lihat rokoknya sudah habis dia pergi kekamar mandi.
Aku tidak boleh terpancing dengan berapa harganya , tapi prasangkaku terhadap dia salah rupanya dia juga menginginkan hal yang sama kayak seperti aku, keluar dari kamar mandi dia hanya memakau BH dan selana dalam langsung rebahan di sampingku,
Tubuhnya mulus sekali dengan wangi tubuhya yang membuat aku menghayal, jujur aku disampingya gerogi mau berkata apa juga bingung , aku tawarkan untuk menyalakan rokok lagi agar santai, dengan santai kami masih menonton TV yang acaranya adalah lagu barat, ada salah lagu yang mana videoklipnya ada yang beradegan kiising dan memeluk. cerita sex terbaru 2017
Tak lama tangan aku ditarik oleh mb Sinta dan menjawab pertanyaanya tubuh aku dan yang ada divideo tadi bagus mana.aku jawab dengan alasan pasti kamu yang lebih dari dia , kamu aku beri nila 9 sedangkan dia 8 soalnya aku tidak kenal penyanyi itu, kalau kamu aku kan kenal jadinya aku kasih nilai lebih hehe..rupanya Sinta senang sekali denga jawabanku tadi, di langsung mencopot branya dan melempar ke muka aku sebagai imbalannya.
sambil ikutin gerakan si artisa Sinta santai banget goyang2 ..dan sumpaha itu toked terbaik yang pernah saya liata dan sangat nyata diatas kepala sayaa alhasil saya konak..dan gak bisa boong lagi kalau saya udah panas..dan udah gak tahan lagi dengan situasi beginia
entah setan mesum juga bisikin sesuatu ke Sinta a tiba tiba.. dia rebahan sambil peluk sayaa cium-cium kuping saya.. dan buka kaos sayaa cium toket sayaa .dan a tangannya masuk ke dalam boxer sayaa
annnjjjrrriittttt,,, serangan dadakan dia,, bikin saya gak kontrol.. saya langsung jambak rambutnya dia.. dan saya kisssinga abisa . dengan gigitan yang agak galaka . dan tangan saya a tanpa perintah langsung mampir ketoketnya dia,,,
dan berasalah sudah.. yang tadinya saya pikir fata morgana.. akhirnya jadi kenyataan. puting kecilnya dia.. saya pilin2a dan saya alihkan mulut dan lidah ini.. ke toked bohaynya dia.. tanpa ampunnnnnna cerita dewasa 2017
hasilnya.. dia gantian jambak rambut saya,,, dan kakinya peluk pinggang saya keras banget..dengan gerakan udah pingin banget ML.
sebelum keadaan makin kacaua saya lepasin kissing toked dia.. dan saya kekamar mandi.. dan bersih2 seluruh perabotan saya termasuk black lubang memek sayaa . ( berharap dimandiin kucing sama dia). setelah saya bersih2.. saya datengin dia.. dan saya bisik sama diaa . please kamu bersih2 dulu.., dan spontan dia langsung ke kamar mandi.. dan gak lama.. dia langsung dateng dan tabrak sayaa dengan ledakan gairah 2x dari yang tadi.
Boxer yang aku pakai dibuka secara paksa olehnya, langsung dia mengambil kontolku dan di masukkan di dalam mulutnya, dia menyepong secara ganas antara sakit atau enak jadi satu, mulut Sinta sedikit mual karena penisku masuk lebih dalam ke tenggorokannya, tak lama dia ganti posisi dengan mennjilati buah zakarku.
saya minta posisi 69.. dan kesempatan saya membalas a jilatin memek akan jimek adalah favorit saya sebelum berperang, dan lidah saya juga udah terampil kalau urusan jimek.. plus.. jari2 saya pada nakal.. masuk pelan2 ke lubang memek nya..dia..
Nah. pas bagian jari2 ini masuk lubang memeknya diaa barulah dia berusaha menampik tangan saya.. tapi tetep aja jari2 ini kembali lagi sampe akhirnya masuk 2 jari penuh ke lubang memek nya.. dan ssssshhhhhha masssss tarik.. tarik jarinya.. jangann aahhhha sakittttta a ,
kembali keposisi konvensionala saya dibawah dan dia diatas,,, dia bilang ke saya.. mas kamu sehat kan yaha..
dan saya langsung jawab.. saya sehat , kalau kamu gimana.. ? aku sehat lah masa aku jarang begini..
tanpa basa basi lagi.. mulai lah senggama ini terjadi..tanpa kondomm, dan dari pelan , sampai dia tekan seluruh badannya dia .., kontol saya pun berasa mentok di mekki nyaa dan dia berani berputar2 seperti penyanyi dangdut sedang beraksi.. dan ampunnn,.,, jangan2 patah nih rudah saya di belok sana belok sinia rrrkkkkhhhh saya mulai nahan sakit dan ngilu karena putaran nyaa persis kaya kuda rodeoa . saya pernah ngilu yang sengilu2nya,,,
sedang asyik berada diatas dia mempercepat gerakannya dan berhenti sejenak samba memeluk tubuhku dan berkata terimakasih mas Adi aku suka dan senang sekali mendapat kepuasan, dia langsung mencopot kontol aku yang masih tegang, dia berdiri di depan jendela dan menyalakan rokok, sedangkan penisku masih berdiri tergak. cerita dewasa 2017
Dia bilang sebentar dulu ya mas , aku tak merokok satu batang dulu,
Oke gak pa apa aku juga menyalakan rokokku. saya pun coba ambil rokoknya dia.. dan kita gantian ngabisin 1 batang rokok itu.
setelah dia balik dari kamar mandia dia langsung ambil batang kontol dan kembali mengulum2 dengan sedotan mautnyaa dan tugu monas kembali berdiri tegaka dan mulai gak sabaran .. sampai akhirnya saya ambil posisi diatas.. dan mulai kembali bertempura tapi anehnya.. kontol saya agak terpeleset.. , liang vaginanya basah terus..dan saya agak kurang enjoy padahal pas awal tadi seret.. dan berasa banget masuknya.
saya ganti posisi.. saya suruh dia nungging.. dan saya coba doggy style dengan aliran straight fighter.., tapi jari2 saya mulai lagi gerayan ke sun lubang pantatnya dia.. dan kali ini.. dia berdesahhh pelana ssssshhhhha ssshhhha .,
dengan desahan dia begitua seperti memberi keyakinan ke saya bahwa.. pintu lubang pantatnya dia sudah dibuka dan saya boleh masuk dan main disitu,,,, dan saya coba pindahin kontol saya yang berminyak lendir itu masuk perlahan ke lubang pantatnya diaa a dan dia gak protes cuma pegang tangan saya dan bilang,, mas .. pelan-pelan yah.., aku belum pernah dimasukin dari situ.. iya Sinta .. tenang aja,, saya pelan2 kok., (saya coba meyakinkan dia ) cerita sex mesum 2017
ssshhhhhppppfffffff aaaaaggggghhhhhha . itu teriakkan dia.. ketika kontol ini sudah full masuk keliang lubang pantatnya..dan saya gak terlalu maksa untuk kaluar masuk .. saya sengaja mendiamkan,, dan saya rayu dia dengan bilang.. Sinta .. ini nikmat bangeta pantat kamu kaya pantat bayi.. mulus dan buleta . dan setelahnya saya mulai mengayun2 pelan , sedang sampe akhirnya.. saya hajar habis2an..dan cccccrreeetettttttttttttttt didalam lubang memek seksi itu.
kita istirahat kira2 5 menit, dan dia yang mulai lagi dengan membelai lembut rambut saya.. kising2..dan sampe ke kontol..dan membangunkan singa yang istirahat. dan saya nikmatin suasana itu dengan membakar sebatang rokok.. setiap kenikmatan yang saya rasa.. saya ekspresikan dengan tarikan rokok yang sangat dalam.. dan saya keluarkan secara perlahana .. sumpaha lebih ngawang dari sekedar bakar cimenk sendiriana . cerita mesum terhot 2017
jam sudah menyentuh pukul1 pagi, aku dan Sinta sudah berkali kali merasakan hujatan kenikmatan, maka dari itu SInta minta diantar ke kostnya soalnya jam tersebut jamnya pulang kerja, setelah kami berpakaian bersama aku menyelipkan uang 200 ribu ke kantong dia, awalnya dia menolak tapi aku paksa buat jajan, jangan berpikiran aneh aneh.

Kemudian aku anter dia menuju ke kostnya, dan aku masih berharap jika bertemu dengannya bisa ngentot lagi sama dia,tapi sampai sekarang aku belum tau dimana dia tinggal lagi.
Pertama Kali Bagiku Melihat ABG Onani Sampai Mengeluarkan Air Maninya

Pertama Kali Bagiku Melihat ABG Onani Sampai Mengeluarkan Air Maninya

Cerita mesum seorang tante memergoki ABG sedang onani di apartemen karena sange dengan judul “ Pertama Kali Bagiku Melihat ABG Onani Sampai Mengeluarkan Air Maninya ” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.
Tante Baru Melihat ABG Onani Sampai Mengeluarkan Air Maninya
Tante Baru Yang Melihat ABG Onani

Tante Melihat ABG Onani Sampai Crot

Cerita Sex – Saya, suami dan anak-anak tinggal di apartemen (kalau di Indonesia sih disebutnya mesti condominium). Apartemen kami tidak jauh dari sekolah anak-anak, cukup jalan kaki saja. Saya 45 tahun, suami 5 tahun lebih tua dari saya. Anak-anak kami sudah ada yang sekolah di SMA. Anak saya yang SMA itu namanya Bayu.
Teman-teman Bayu sering main dan menginap di apartemen kami. Kadang-kadang numpang tidur siang juga. Biasa lah anak-anak. Ada satu temannya yang paling rapat dengan anak saya, namanya Hasan. Mereka sekelas dan dari SMP kelas 1 memang sudah berteman. Hasan ini sangat sopan kepada saya, dia selalu panggil saya Tante. Saya juga kenal baik ibu Hasan yang rumahnya satu condo dengan saya.
Walau Bayu sedang keluar, Hasan masih tetap suka juga datang dan ikut nonton TV, atau malah numpang istirahat di kamar Bayu. Walau Hasan sangat sopan, tetapi saya juga maklum,bahwa di usia yang abg ini, dia mesti sedang mekar-mekarnya dan mencari tau mengenai lawan jenis.
Saya kadang-kadang bercanda juga sama dia mengenai soal punya pacar, tetapi dia cuma nyengir dan senyum malu. Katanya kalau anak-anak perempuan SMA sih payah, tidak menarik. Kalau udah gitu kita jadi saling bergurau, walau tetap sopan. Di rumah saya biasa pakai daster panjang yang sampai di bawah lutut. Sopan deh pokoknya.
Yang saya tak menyadari adalah Hasan memiliki perasaan tertarik ke saya. Mungkin karena kita sering ngobrol di apartemen, ada Bayu atau tidak ada Bayu, Hasan dan saya tetap saja masih juga ngobrol. Entah ya, mungkin dia pikir tingkah laku dan cara saya ngomong elegan gitu (maklum kan ibu-ibu mesti elegan). Dia sangat memperhatikan saya. Saya sih senang saja diperhatikan.
Walau saya awalnya tidak curiga bahwa perhatian Hasan itu ada makna yang lain. Tetapi lama-lama saya rasa dia sering memperhatikan gerak gerik saya dari ekor matanya, dan kalau saya pandang balik, dia pura-pura melihat ke arah lain. Apa dia mulai memperhatikan tubuh saya? Walau saya sangat terhormat di lingkungan kami, dan di antara ibu-ibu.
Tiada orang yang tahu bahwa saya sangat suka browse internet dan terutama membaca cerita-cerita yang erotik. Jadi kalau untuk member-member DS sih mesti udah maklum dak kebayang deh bagaimana imajinasi dan lamunan saya akibat didikan DS. Di DS, yang saya suka itu baca cerita seru dan kadang-kadang es-lilin.
Balik pada cerita saya, saya pun mulai juga mikirin si Hasan ini, dan menebak-nebak apa yang ada di dalam pikiran dia. Nah, episode yang berikut ini menyadarkan saya apa yang tengah terjadi. Suatu hari Hasan main ke rumah dan biasa ngobrol dengan Bayu dan saya di ruang tamu. Saya kebetulan minta Bayu pergi untuk beli sesuatu keluar. Walau diajak, Hasan menolak untuk ikut dengan alasan males badan lagi capek.
Jadi sambil beresin rumah, saya ngobrol dan bergurau dengan dia. Lagi-lagi terasa betapa intensnya cara dia ngomong ke saya dan juga cara dia memandang. Sekitar pukul 5 sore, sesuai dengan kebiasaan harian, setelah beres-beres saya mandi. Kebetulan saja saya mandi di kamar mandi dekat dapur, bukan di ruang tidur utama (istilahnya master bedroom).
Tiba-tiba selintas saya melihat kelebat bayangan di celah pintu kamar mandi yang retak kecil pada sambungan papan di pintu bagian bawah. Rasanya ada yang mengintip. Kalau ada yang ngintip mungkin bisa keliatan kaki saya bagian bawah sampai lutut dan paha bagian bawah saya.
Tapi siapa? Bukankah di rumah hanya ada Hasan, lagi pula dia kan pemuda yang sopan. Ah, mungkin hanya kebetulan. Saya balik lagi meneruskan mandi. Saya bersihkan seluruh tubuh. Tiba-tiba saya melihat lagi bayangan tadi. Ah, ini pasti Hasan. Tetapi hendak apa dia? Apakah dia sedemikian ngebetnya ingin buang air hingga menantiku dengan tidak sabarnya?
Tiba-tiba bayangan cerita-cerita di DS menerpa, ah apakah memang dia tertarik pada saya dan menyimpan nafsu tersendiri? Apa ini bukan pertama dia mengintip saya sedang mandi. Atau jangan-jangan dia mengintip saya juga di kamar, atau tempat lain? Selesai mandi saya lihat Hasan sedang duduk membaca majalah. Saya ke kamar, bukan untuk ganti baju, tetapi hanya menyisir di depan cermin saja.
Lagi-lagi saya merasa diperhatikan dari balik pintu yang memang tidak saya tutup. Gerakan Hasan di balik pintu tampak dari cermin saya. Saat saya keluar kamar ternyata Hasan di sofa dan saya yakin dia hanya pura-pura saja baca majalah. Tiba-tiba saya teringat ada janji mau ketemu tetangga di condo, ada titipan dari kawan yang mesti saya ambil.
Saya beri tahu Hasan, saya akan ke tempat ibu Susi, dan balik kira-kira sejam, jadi tolong titip rumah. Sampai di apartemen bu Susi, ternyata terkunci karena sedang ke luar. Wah bisa-bisanya janjian tapi ditinggal pergi begini. Terpaksa saya balik lagi ke rumah, yang semula maunya balik sesudah 1 jam, ini baru 15 menit sudah sampai rumah lagi.
Walau pintu dikunci, saya tau Hasan ada di dalam. Bayu pastilah belum sampai rumah lagi. Saya buka dengan kunci saya sendiri pelan-pelan, dan masuk ke dalam. Karena di ruang tamu tidak ada orang, saya yakin Hasan mesti di kamar Bayu anak saya, mungkin main computer seperti kebiasaan mereka.
Di luar pintu kamar, saya mendengar suara menderit-derit krek, krek, krek, berulang-ulang. Saya jadi ingin tahu, saya buka perlahan pintu kamar Bayu. Kamar-kamar di tempat saya memang tidak berkunci, kecuali pintu masuk dan pintu master bedroom. Pintu terbuka sedikit dan saya bisa melihat ke dalam dari celah sempit itu.
Dan di dalam Hasan sedang duduk di bangku computer. Celana panjangnya telah turun dan teronggok di lantai dibawah bangku. Celana dalamnya tak tampak lagi. Posisi Hasan menyamping dari saya tapi karena jaraknya yang sangat dekat ke pintu, saya dapat melihat semua dengan jelas.
Sekarang ini mata Hasan tertutup rapat dan bernafas berat, dengan kaki membuka, dan tangannya mencengkeram erat batang anunya yang sedang tegak berdiri. Suara krik krik krik bangku terdengar karena irama tangannya yang mengocok batang keras itu berirama. Selain dari gambar es lilin di internet, selain milik suami, saya tidak melihat lagi lelaki telanjang secara langsung.
Dan tiba-tiba sekarang saya melihat pemuda abg yang sedang terangsang berat. Batang tegang Hasan yang tengah dia remas keras-keras itu tampak panjang, kira-kira 12-13 cm berukuran langsing, dan tampak agak melengkung sedikit. Kulit batangnya tampak kemerahan karena Hasan memang putih kulitnya. Kedua kulit kantung telurnya tampak bersih tidak berambut.
Ada sedikit rambut halus dan jarang di daerah pubicnya. Saya bisa melihat kepala batangnya berlumuran dengan air mazi bening, dan tampak merah keras berkilat. Dari tempat saya mengintip, saya bisa melihat sedikit pada layar computer dan melihat gambar seorang perempuan bule yang sudah dewasa (ibu-ibu) sedang melakukan oral sex mengisap penis pemuda bule.
Batang pemuda bule itu sudah tampak tidak tegang lagi dan diisap seperti lollipop. Muka wanita bule itu berlumuran mani si pemuda. Saya heran, kenapa Hasan onani dengan melihat perempuan dewasa dan bukannya perempuan muda. Tiba-tiba terbukalah pikiran saya.
Selama ini Hasan tak menyukai anak perempuan SMA karena dia lebih mengagumi perempuan dewasa. Dan itu sebabnya dia sangat memperhatikan saya. Terdengar oleh saya, Hasan menggumam sambil terus meremas dan mengocok batangnya. Walau tidak jelas yang dibisikkan, tapi sepertinya dia menggumam, “Auh tante, jilat terus, remes dan jilat.
Isep sampai Hasan keluar mani tante”. Saya kurang pasti, apa yang dikatakan, karena memmang nggak jelas. Saya lihat pinggulnya mulai naik turun di atas bangku yang diduduki. Sebagai wanita dewasa yang sudah berpengalaman, saya tahu dia mesti sudah hamper-hampir memancurkan air maninya.
Saya rasa sedikit tak enak hati mengintip macam ini, tapi saya tidak sanggup untuk mengalihkan pandangan mata saya dari batangnya yang merah dan basah ujungnya karena remasan-remasan yang kencang itu. Saya merasa daerah kemaluan di antara kedua paha saya mengecup-kecup dan kegatalan muncul di daerah itu. Saya yakin, kebasahan mulai terjadi di sana. Sama dengan efek yang terjadi masa saya membaca cerita di DS.
Hasan mulai terdengar mengerang keras. Dia onani dan berfantasi dengan bebas tak menyangka kalau saya sudah balik ke rumah dan menyaksikan pemandangan yang indah ini. Erangannya terdengar jelas, “Ya ya tante, isep air maninya, isep kepala kontolku tante, isep airnya ….. ahhhh…”. Sambil mengerang demikian, tiba-tiba dia muncrat dan memancar aliran ke atas.
Pancrutan itu naik ke atas dan akhirnya jatuh lagi memancur ke bawah mengenai seluruh bagian perut dan daerah kemaluannya. Saya tidak pernah melihat pancrutan air mani yang demikian kencang. Tapi memang ini pertama kali saya melihat onani abg yang sedang mengeluarkan air maninya. Saat itu saya sudah panas dingin, kepala saya terasa mengambang.
Meki saya terasa berdenyut dengan kegatalan yang melanda. Saya juga merasa bagian dalam lubang kenikmatan saya mulai mengembun dan menerbitkan kebasahan yang sangat. Tetapi pemandangan yang saya saksikan tak membuat saya beranjak pergi.
Luar biasa sekali, walau telah mengeluarkan air mani, batang Hasan tak juga menyurut lunak. Batang itu masih tampak keras dan diselimuti oleh kebasahan mani dan mazi yang ditumpahkan. Hasan masih mengurut-urut lembut batangnya. Dia tampak merubah gambar di layar komputer, dan kini terpampang gambar lain lagi.
Seorang pemuda (Cina atau Jepang) berbaring, dan seorang wanita dewasa (Jepang juga atau Cina) jongkok di atasnya dan memposisikan mekinya dan anusnya di atas muka pemuda yang tampaknya seperti sedang menjilati. Bagian mulut dan hidung pemuda tadi tampak tenggelam di dalam kerimbunan rambut memek si wanita. Sambil jongkok wanita tadi yang tampak sedang kenikmatan, juga memegang batang kemaluan pemuda tadi.
Kembali Hasan mengocok batangnya yang berlumuran mani itu. Batang itu sama sekali tidak mereda kekerasannya, panjangnya tetap tegar sepanjang 13 cm. Dan tampak berkilat karena cairan putih yang menyelimuti. Kepala batangnya tampak semakin merah. Hasan mengocok sambil menjilati bibirnya, sedikit mani ia oleskan dari batangnya ke bibir.
Sambil terus mengocok dan mengecap bibir Hasan mengerang “Gimana jilatan Hasan tante..? Enak tante? Aduh ah Hasan mau liat memek tante? Jembutnya lebat mesti ya punya tante…? AH kocok juga punya ku tante?” Saya panas dingin dan tak kuasa menahan birahi, sedemikian dahsyat imajinasi pemuda ini. Sampai-sampai dia membayangkan meki saya seperti apa.
Tak terasa jari-jari saya sudah menyelinap masuk ke dalam celana dalam. Kebasahan yang sangat terasa di sana. Jariku mulai membelai lipat-lipatan bibir bawah, menyebarkan kebasahan kearah kelentit yang terasa sangat sensitive dan gatal. Sambil jari tengah menggosok-gosok dan menekan celah-celah bibir bagian dalam meki, jempolku menekan dan menggosok-gosok batang kelentit.
Birahi saya tak terbendung lagi. Kegatalan itu terus memuncak menimbulkan kenikmatan yang sangat di bagian dalam lubang memek. Saya terus onani sambil memandang onani yang tengah dilakukan Hasan. Bau air mani terasa kuat dari batang berlumuran yang terus dikocok kencang. Puncak kenimmatan Hasan dan saya datang hamper bersamaan.
Saya mesti menutup mulut saya dengan tangan takut erangan dan desisan keluar dari mulut saya. Ledakan nikmat melanda, dan badan saya kaku sejenak menikmati terpaan-terpaan rasa nikmat bersumber dari dalam sepanjang lubang kenikmatan saya, menuju kelentit dan meyebarkan kenyamanan di seluruh tubuh.
Terasa cairan merembes keluar dari dalam lubang saya. Ah kenikmatan yang luar biasa. Disusul kemudian oleh Hasan yang tampak badannya menegang “Ah remes tante batang Hasan…”, membayangkan aksi seperti di layar komputer. “Ah …. eh….”, dan kemudian tampak cairan sperma merembes ke luar dari lubang di ujung batangnya.
Ada juga puncratan, tetapi tak sebanyak dan sekeras tadi. Saya buru-buru dengan perlahan ke luar dari rumah, menguncinya dari luar dan berdiri di luar pintu menenangkan diri. Saya turun dengan lift ke lantai bawah dan duduk di bawah untuk menenangkan diri. Untung juga saya tak menjumpai orang yang saya kenal.
Saya mesti tampak pucat. Walau orang tak tahu, saya merasa pangkal paha saya lengket karena cairan meki yang keluar tadi sudah melai mengering. Sesudah ada lima menitan di bawah saya naik lagi ke atas. Memencet bel di pintu. Agak lama menunggu, akhirnya Hasan membuka pintu dari dalam.
“Ah tante sori lama, tadi Hasan pas lagi di kamar mandi”, katanya nyengir sambil muka dia agak terlihat pucat. Ini mesti pucat karena capek onani tadi, saya mengatakan di dalam hati. “Sudahlah biar, tapi tante capek, mau istirahat”, saya cari alasan masuk ke kamar, takut dia melihat ada perubahan-perubahan penampilan saya.
Hasan juga pamit pulang karena sudah terlalu lama di apartemen saya. Di ranjang saya berbaring letih. Peristiwa tadi benar-benar mengganggu, baik fisik maupun mental. Saya mulai berpikir, mungkin Hasan telah lama onani demikian sambil membayangkan saya. Semua erotisme yang terjadi tadi terus bermain di benak saya.

Tapi kenikmatan dan ketegangan itu tak dapat meninggalkan pikiran saya. Apakah benar yang saya lakukan, kenapa saya malah menikmati peristiwa tadi, dan bukannya tersinggung dan marah. Mungkin terlalu banyak baca cerita erotik telah merubah saya. Ah sudahlah, biarkan yang telah terjadi tetap terjadi.
Cerita Dewasa Jilatin Meqinya Licin Banget

Cerita Dewasa Jilatin Meqinya Licin Banget


Wulan, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dgn 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Arif, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Wulan sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yg membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yg sangat terawat. Payudaranya tdk terlalu besar, tp enak utk dipandang, sesuai dgn pinggangnya yg ramping dan pinggulnya yg bulat.
Cerita sex terbaru, Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dgn 2 anak yg sedang lucu-lucunya, ditambah dgn posisi Arif yg cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yg cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Wulan pada dasarnya adalah istri yg sangat setia kepada suaminya. Tdk pernah ada niat berkhianat terhadap Arif dlm hati Wulan karena dia sangat mencintai suaminya. Tp ada satu peristiwa yg menjadi awal berubahnya cara berpikir Wulan tentang cinta..
Suatu siang, Wulan sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Wulan langsung mengejar mereka. Tp tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Wulan terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Wulan langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Heru, anak tetangga depan rumah Wulan kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Wulan sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Heru langsung lari ke arah Wulan.
“Kenapa tante?” tanya Heru.
“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Her…” ujar Wulan sambil meringis.
“Bantu saya berdiri, Her…” kata Wulan.
“Iya tante,” kata Heru sambil memegang tangan Wulan dan dibimbingnya bediri.
“Her, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Wulan.
“Iya tante,” kata Heru sambil segera menghampiri anak-anak Wulan.
Cerita mesum hot, Sementara Wulan segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Heru mengantarkan anak-anak Wulan ke rumahnya, Wulan sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.
“Ada obat merah tdk, tante?” tanya Heru.
“Ada di dlm, Her,” kata Wulan.
“Kita ke dlm saja…” kata Wulan lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dlm rumah.
Cerita dewasa 2016, Heru dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.
“Ma, Donny ngantuk,” kata anaknya kepada Wulan.
“Tunggu sebentar ya, Her. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Wulan sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.
Setelah mengantar mereka tidur, Wulan kembali ke tengah rumah.
“Mana obat merahnya, tante?” tanya Heru.
“Di atas sana, Her…” kata Wulan sambil menunjuk kotak obat.
Heru segera bangkit dan menuju kotak obat utk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Heru segera kembali dan mulai mengobati lutut Wulan.
“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Heru.
“Tdk apa-apa kok, Her. Tante senang ada yg menolong,” kata Wulan sambil tersenyum.
Heru mulai memegang lutut Wulan dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.
“Aduh, perih…” kata Wulan sambil agak menggerakkan lututnya.
Secara bersamaan rok Wulan agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Heru. Heru terkesiap melihatnya. Tp Heru pura-pura tak melihatnya. Tp tetap saja paha mulus Wulan menggoda mata Heru utk melirik walau kadang-kadang. Hati Heru agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Wulan. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Wulan memakai celana pendek.
Heru biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Wulan sambil onani. Tp kini, di depan mata sendiri, paha mulus Wulan sangat jelas terlihat. Wulan sepertinya sadar kalau mata Heru sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Wulan merapikan duduknya dan jg menutup pahanya. Herupun sepertinya terkesima dgn sikap Wulan tersebut. Heru menjadi malu sendiri..
“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Heru.
“Iya, terima kasih,” kata Wulan sambil tersenyum.
“Sekarang sudah mulai tdk terasa sakit lagi,” ujar Wulan lagi sambil tetap tersenyum.
Heru, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Wulan. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Heru adalah sosok anak laki-laki yg sudah mulai mengalami masa puber.
“Kenapa kamu nunduk terus, Her?” tanya Wulan.
“Tdk apa-apa, tante…” ujar Heru sambil sekilas menatap mata Wulan lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
“Ayo, ada apa?” tanya Wulan lagi sambil tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tdk sengaja…” kata Heru sambil tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Wulan pura-pura tdk mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Heru sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri.
Wulan tersenyum mendengarnya.
“Tdk apa-apa kok, Her,” kata Wulan.
“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Wulan lagi sambil tetap tersenyum.
“Lagian, saya tdk keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Wulan lagi sambil tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Wulan.
“Benar tante tdk marah?” tanya Heru sambil menatap Wulan.
Wulan menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Herupun jadi ikut tersenyum.
“Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Heru mulai berani.
“Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu…” kata Wulan.
“Saya berkata jujur loh, tante,” kata Heru lagi.
“Kamu sudah makan, Her?” tanya Wulan.
“Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Heru.
“Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang,” ajak Wulan.
“Baik tante, terima kasih,” kata Heru.
Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Heru menyentuk kaki Wulan. Heru kaget, lalu segera menarik kakinya.
“Maaf tante, saya tdk sengaja,” kata Heru.
“Tdk apa-apa kok, Her…” kata Wulan sambil matanya nenatap Heru dgn pandangan yg berbeda.
Ketika kaki Heru menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yg berdesir dari kaki yg tersentuh sampai ke hati. Wulan merasakan sesuatu yg lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Wulan merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yg membuat perasaannya tdk menentu. Sentuhan kaki Heru terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..
“Kamu sudah punya pacar, Her?” tanya Wulan sambil menatap Heru.
“Belum tante,” kata Heru sambil tersenyum.
“Lagian saya tdk tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Heru lagi sambil tetap tersenyum. Wulanpun ikut tersenyum.
“Pernah tdk kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Wulan lagi.
“Keinginan apa tante?” tanya Heru. Wulan tersenyum.
“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Wulan.
Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.
“Kamu ada sesuatu yg harus diselesaikan di rumah tdk saat ini?” tanya Wulan.
“Tdk ada, tante,” kata Heru.
“Tadi tante mau tanya apa?” kata Heru penasaran.
“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Wulan.
“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tdk akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Wulan lagi.
“Kamu jg mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Wulan lagi.
“Iya, tante,” kata Heru.
“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Wulan sambil tersenyum.
“Ya, saya suka melihat perempuan yg tubuhnya bagus. Saya jg suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Heru tanpa ragu.
“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Wulan lagi. Heru agak ragu utk menjawab.
“Ayolah…” kata Wulan sambil memegang tangan Heru. Tangan Heru bergetar.. Wulan tersenyum.
“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, jg.. Jg.. Jg saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Heru dgn nafas tersendat.
“Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja,” kata Wulan pura-pura tdk tahu, sambil terus menggenggam tangan Heru yg terus gemetar.
“Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Heru.
“Begituan apa?” tanya Wulan lagi.
“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Heru.
Wulan kembali tersenyum, tp dgn nafas yg agak memburu menahan sesuatu di dadanya.
“Kamu suka tdk film begitu?” tanya Wulan.
“Iya suka, tante?” kata Heru sambil menunduk.
“Mau coba seperti di film, tdk?” kata Wulan.
Heru diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Wulan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Heru. Wajahnya di dekatkan ke wajah Heru.
“Mau tdk?” tanya Wulan setengah berbisik.
Heru tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Wulan membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Heru. Heru tetap diam dan makin gemetar. Wulan terus menciumi wajah Heru, lalu akhirnya dilumatnya bibir Heru.. Lama-lama Herupun mulai terangsang nafsunya. Dgn pasti dibalasnya ciuman Wulan.
“Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Wulan dgn nafas memburu sambil memegang tangan Heru dan mengarahkannya ke dlm baju Wulan.
“Masukkan tangan kamu ke dlm BH saya, Her.. Pegang payudara saya,” kata Wulan sambil tangannya meremas penis Heru dari luar celana.
Sementara tangan Heru sudah masuk ke dlm BH Wulan dan mulai meremas-remas payudara Wulan.
“Mmhh.. Terus sayang…” kata Wulan.
“Tangan saya pegal, tante…” kata Heru polos.
“Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Wulan sambil menarik tangan Heru. Sesampainya di dlm kamar..
“Buka pakaian kamu, Her…” ujar Wulanpun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
“Iya, tante…” kata Heru.
Wulan setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Heru terkesima melihat tubuh telanjang Wulan. Seumur-umur Heru, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yg sering di bayangkannya bila onani. Penis Heru langsung tegang dan tegak..
“Naik sini, Her…” kata Wulan.
“Iya, tante…” kata Heru.
“Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Wulan sambil mengangkangkan pahanya.
Heru segera menaiki tubuh telanjang Wulan. Wulan langsung melumat bibir Heru dan Herupun langsung membalasnyanya dgn hebat. Sementara satu tangan Heru meremas payudara Wulan yg tdk terlalu besar. Sementara penis Heru sesekali mengenai belahan meqi Wulan.
“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Wulan sambil memegang tangan Heru yg sedang meremas payudaranya, dan tangan mereka bersamaan meremas payudaranya.
“Ohh.. Sshh…” kata Wulan. Herupun dgn bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati payudara Wulan.
“Her, jilati meqi ya, sayang…” pinta Wulan.
“Tp saya tdk tahu caranya, tante,” kata Heru polos.
“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke meqi, lalu kamu jilati belahannya…” kata Wulan setengah memaksa dgn menekan kepala Heru ke arah meqinya.
Heru langsung menuruti permintaan Wulan. Dijilatinya belahan meqi Wulan sampai tubuh Wulan mengejang menahan nikmat.
“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Wulan sambil meremas kepala Heru.
“Her, kamu jilati bagian atas sini…” kata Wulan sambil jarinya mengelus kelentitnya.
Lalu lidah Heru menjilati habis kelentit Wulan.. Wulan kembali menggelepar merasakan nikmat yg teramat sangat.
“Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Wulan sambil badannya semakin mengejang.
Pahanya rapat menjepit kepala Heru. Sementara tangannya semakin menekan kepala Heru ke meqinya. Tak lama..
“Ohh…” desah Wulan panjang. Wulan orgasme.
“Sudah, Her.. Naik sini,” kata Wulan.
Heru lalu menaiki tubuh Wulan. Wulan lalu mengelap mulut Heru yg basah oleh cairan meqinya. Wulan tersenyum, lalu mengecup bibir Heru.
“Mau tdk penis kamu saya hisap,” kata Wulan.
“Mau tante,” kata Heru bersemangat.
“Bangkitlah.. Sinikan penis kamu,” kata Wulan sambil tangannya meraih penis Heru yg tegang dan tegak.
Heru lalu mengangkangi wajah Wulan. Wulan segera mengulum penis Heru. Tdk hanya itu, penis Heru lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Heru tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yg teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.
“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Heru sambil memompa penisnya di mulut Wulan.
“Masukkin ke meqi, sayang…” kata Wulan setelah dia beberapa lama menghisap penis Heru.
Heru lalu mengangkangi Wulan. Sementara tangan Wulan memegang dan membimbing penis Heru ke lubang meqinya.
“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Wulan.
Heru berusaha menekan penisnya ke lubang meqi Wulan sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Penis Heru berhasil masuk dan mulai memompa meqi Wulan. Heru merasakan suatu kenikmatan yg tiada tara pada batang penisnya.
“Bagaimana rasanya, Her?” tanya Wulan sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Heru tersendat sambil memompa penisnya keluar masuk meqi Wulan.
Wulan tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa penisnya, tiba-tiba tubuh Heru mengejang. Gerakannya makin cepat. Wulan karena sudah mengerti langsung meremas pantat Heru dan menekankannya ke meqinya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..
“Ohh.. Hohh…” desah Heru. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Wulan.
“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Wulan sambil memeluk Heru.
“Sangat enak, tante…” kata Heru.
*****
Itulah pengalaman nyata dari Wulan yg saya paparkan sesuai dgn aslinya ditambah sedikit reka-reka sensual dari saya. Menurut Wulan, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yg lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melakukan persetubuhan di rumah Wulan setiap ada kesempatan. Menurutnya lagi, dlm satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bisa melakukan 2 kali persetubuhan, mungkin karena Heru masih muda. Perlu dijelaskan bahwa menurut Wulan, cintanya pada Arif tdk pernah berubah. Kejadian itu bermula tanpa ada niat dan keinginan. Terjadi begitu saja.