Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Belum Merasakan Seperti Ini

Cerita Dewasa Belum Merasakan Seperti Ini

Cerita Sex Perawan, ngentu perawan, tempek perawan, perawan ngesex, perawan dientot, kentu perawan, perawan kentu, perawan hot, cerita perawan
Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.
Pagi sekitar pukul 9 wib, baru aku terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya.
Oh… ternyata dia bersama tantenya Rosa yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana. Rosa mengganti celana anakku,
“Kemana mamanya, Sa…?” tanyaku.
“Lagi ke pasar Bang” jawabnya “Emang gak diberi tau, ya?” timpalnya lagi.
Aku melihat Rosa pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku. “Kenapa kamu?” tanyaku heran “hmm Anu bang…” sambil melihat kembali ke bawah.
“Oh… maaf ya, Sa?” terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil. Hmmm… tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana hehehe…. Anehnya, Rosa hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir “Abis tempur ya, Bang. Mau dong…” Katanya tanpa ragu “Haaa…” Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu.
Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku. Dua hari setelah mengingat pernyataan Rosa kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya.
Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Titi kamal. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya. Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah.
Hanya aku dan Rosa di rumah. Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan “saluran air”, aku berpapasan dengan Rosa yang baru selesai mandi. Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya.
Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu. Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor. “Siapa?” tanyaku “Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.
“Oh iya, ada apa, Sa…?” tanyaku lagi “Bang, lampu di kamar aku mati tuh” “Cepatan dong!!” “Oo… iya, bentar ya” balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Rosa. Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.
“Sa, kamu pegangin nih kursi ya?” perintahku “OK, bang” balasnya. “Kok kamu belum pake baju?” tanyaku heran. “Abisnya agak gelap, bang?” “ooo…!?” Aku berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Rosa.
Dan… braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Rosa.. “Ou…ou…” apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka.
“Maaf, Sa” “Gak apa-apa bang” Anehnya Rosa tidak segera menutup handuk tersebut aku masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepadaku. Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon.
Kontan aja barangku tegang. Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami, dengan berani kucium bibirnya, Rosa hanya terdiam dan tidak membalas. “Kok kamu diam?” “Ehmm… malu, Bang” Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini.
Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Rosa mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. payudara miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit. “Ouhh… sakit, Bang.
Tapi enak kok” “Sa… tubuh kamu bagus sekali, sayang… ouhmmm” Sembari aku melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Rosa tidak melarang aku bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aku diam saja. Sungguh indah dan harum memeknya Rosa, maklum ia baru saja selesai mandi.
Bulu terawat dengan potongan tipis. Kini aku menjulurkan lidahku memasuki liang vaginanya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aku. “Adauuu…. sakiiit” tentu saja ia melonjak kesakitan.
“Oh, maaf Sa”
“Jangan seperti itu dong” merintih ia
“Ayo lanjutin lagi” pintanya
“Tapi, giliran aku sekarang yang nyerang” aturnya kemudian Tubuhku kini terlentang pasrah. Rosa langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.
“Ohhh… Sa, enak kali sayang, ah…?” kalau yang ini entah ia pelajari dari mana, masa bodo ahh…!! “Duh, gede amat barang mu, Bang” “Ohhh….”
“Bang, Rosa sudah tidak tahan, nih… masukin punya mu, ya Bang” “Terserah kamu sayang, abang juga tidak tahan” Rosa kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang vaginanya.
Semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.
“Ouuu…ahhhhh….” … seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Rosa. “Awwwh, Baaaang….. akhhhhh” Rosa mulai memompa dengan menopang dadaku. Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payu daranya.
Hal tersebut menjadi perhatianku, aku tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang aku mengambil posisi duduk, mukaku sudah menghadap payudaranya.Rosa semakin histeris setelah kujilati kembali gunung indahnya.
“Akhhhh… aku sudah tidak tahan, bang. Mau keluar nih. Awwwhhh??” “Jangan dulu Sa, tahan ya bentar” hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Rosa genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Rosa terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.
“Ampuuuun…… ahhhh… trus, Bang” “Baaang… goyangnya cepatin lagi, ahhhh… dah mau keluar nih” Rosa tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.
“Oughhhhh… abang juga mau keluar, Zzhaa” kugoyang semangkin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jeritku dan jerit Rosa membahana di ruang kamar. Erangan panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini. ” ouughhhhh…. ouhhhhhh” “Enak, Baaaangg….”
“Iya sayang…. ehmmmmmm” kutumpahkan spermaku seluruhnya ke dalam vagina Rosa dan setelah itu ku sodorkan kontol ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.
“mmmmmmuaaachhhhh…” dikecupnya punyaku setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kamipun tertidur lemas. Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendongku anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapu Rosa siap dan dimanapun aku siap.
Aku meraba klitorisku dengan jari jariku, terasa nikmat sekali, beberapa saat kututup mataku. Cepat sekali vaginaku sudah licin, basah sekali, sentuhan jari jariku semakin menebarkan rasa nikmat. Sesekali aku tekan lebih keras, tubuhku rasanya tidak sanggup menopang tubuhku, lututku bergetar lemas tidak kuat menopang tubuhku.
Oh ya, keasikan neh, perkenalkan namaku dona, 26 tahun, masih single, aku bekerja sebagai seorang guru SD di Jakarta. Hobiku adalah masturbasi sambil menghayalkan pria pujaanku, fantasi-fantasi liar sering kali tidak dapat kubendung, apalagi semenjak aku jomblo hampir setahun ini.
Dan beginilah, belakangan ini jika sedang horny aku tidak kenal tempat untuk memuaskan gejolak birahiku. Balik ke cerita tadi…
Sangkin nikmatnya masturbasi di toilet sekolah, aku sampai tidak menyadari kalau pintu toilet meski kututup tapi tidak kukunci. Aku semakin tidak peduli, yang kutahu aku harus memuaskan birahiku yang sedang terbakar, kucoba menahan desahanku, meski terkadang terlepas juga desisan desisan kecil dari bibir tipisku.
“sshh..emhhh”, desisan kecil sesekali kelaur dari bibir tipisku.
Aku membayangkan bercinta dengan pak Oki, guru olah raga baru disekolah tempatku bekerja, pak Oki sungguh tampan dan tubuhnya yang sangat kekar, tadi siang aku memperhatikannya yang sedang memberi petunjuk cara meregangkan otot kepada murid kelas 6 SD. ototnya begitu keakar, belum lagi ada tonjolan yang menggelembung di antara pahanya.
Terus terbayang-bayang, aku jadi ga kaut lagi menahan birahiku sampai akhirnya berujung di toilet sekolah ini ketika jam pelajaran berakhir dan sekolah sudah sepi. Aku membayangkan bercinta dengan pak Oki di toilet ini, dia memompa k*ntolnya yang besar di vaginaku dari arah belakang, tubuhnya mendorong tubuhku sehingga aku terpaksa menahan tubuhku di tembok toilet dan sedikit menungging.
Aku mempraktekkannya seolah-olah semuanya nyata, satu tanganku bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisku dari depan.
‘uuuh pak oki’, desisku pelan. aku terus mengejar kenikmatan, keringatku mulai keluar dari atas keningku. Tidak lama aku merasa hampir tiba di ujung kenikmatan itu, namun tiba-tiba,
‘braaak’, pintu toilet tiba tiba terbuka.
‘bu dona’, kata orang yang berdiri di depan pintu toilet dengan mata yang tidak berkedip sedikitpun melihatku. Aku tersentak kaget,
‘pak Hendra ehhhh…’, kataku kaget ketika melihat pak Hendra, cleaning service sekolah yang umurnya sekitar 40 tahun. Sangkin kagetnya dan tidak tau berbuat apa aku jongkok merapatkan kakiku sangkin kagetnya, namun tanganku masih berada diantara selangkanganku, aku begitu kaget sampai luapa menarik tanganku.
‘pak parmaan keluar’, kataku dengan suara pelan. Wajahku pucat sangkin takut dan malunya. Kurang ajar benar dia, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya.
‘ngapain pak… keluar,’ perintahku dengan tetap berjongkok sambil merapikan rok ku ke bawah yang tadinya tersingkap sampai ke pinggul.
‘Bu dona’, kata Hendra sambil mendekatiku dan mendekap tubuhku. Aku bertambah kaget, tapi aku tdak berani berteriak, aku takut ada orang yang mengetahui kalau aku masturbasi di toilet sekolah.
‘jangaan pak’, kataku berusaha melepaskan dekapannya, kugeser tubuhku untuk melepaskan diri dari dekapannya, namun dia tetap mendekapku sampai aku menabrak dinding.
‘jangan paak’, kataku takut, dia tidak mendengarkanku, bahkan dia mendekatkan wajahnya dan menciumi leherku,
‘jangaaan’, kataku lagi.
Melihat Hendra yang begitu beringas dengan nafas mendengus dengaus menciumi leherku dan tangannya mulai meraba raba buah dadaku. Aku menyadari kalau aku terjebak, aku berusaha melawan, dengan sekuat tenaga aku dorong tubuhnya, berhasil, dia terjatuh di lantai toilet.
Aku langsung mengambil kesempatan, berdiri ke arah pintu, namun ketika aku mencoba membuka grendel pintu toilet. Tanganku tertahan oleh tangan Hendra yang kekar,
‘lepaskan’, kataku, namun Hendra yang sudah kesetanan itu tidak mendengarkanku, dia malah memutar tangan kananku ke belakang tubuhku dengan paksa, tangannya yang lain menahan tangan kiriku didinding. Aku terjebak, tenaganya kuat sekali, tubuhku seperti terkunci dan tidak bisa bergerak,
‘pak parmman jangan…sakit..lepaskan’, kataku memohon dengan suara memelas.
‘bu dona… biarkan aku…’, katanya didekat telingaku, dengusan nafasnya sampai terasa menerpa telingaku.
“ahhh lepaskan’, aku memohon lagi begitu mengetahui tubuh kekarnya menekan tubuhku kedinding. Aku sangat takut, ketika merasa ada benda yang keras kenyal menabrak bokongku.
‘ahh ******nya udah tegang, dia akan memperkosaku’, jerit batinku
Aku semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangannya yang menahan kedua tanganku.
‘sebaiknya bu dona jangan berisik, nanti ada orang yag dengar, biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau ibu dona masturbasi di kamar mandi’, katanya mengancam, aku mengurangi perlawananku, ancamannya begitu mengena. Apalagi di sekolah aku dikenal sebagai wanita anggun yang berkarisma. Aku menghentikan perlawananku…berpikir sejenak.
Ternyata dia mengetahui kalau aku mulai menikmati tusukan ****** nya. Aku terdiam malu, tidak berani berkomentar, kalau kubilang tidak atau memaki makinya, dia pasti tahu aku bohong karena vaginaku sudah mengeluarkan banyak cairan yang menandakan aku juga terangsang dan menikmati enjotan ****** nya. Aku menundukkan kepalaku dan mencoba menghindari ciuman bibirnya yang mengecup pipi kananku.
‘Tunggingin dikit bu dona’, katanya sambil menarik pantatku keatas.
‘Kurang ajaaar… berani beraninya dia malah menyuruhku menungging’, umpatku dalam hati.
Tapi aku tidak punya pilihan selain menuntaskan birahinya secepat mungkin, dan berharap agar semuanya secepat mungkin berakhir. Aku ikuti saja kemauannya dengan menunggingkan sedikit pantatku.
’emmh pantat bo dona memang montok banget, ga salah apa yang aku khayalin selama ini’, katanya sambil meremas remas bokongku gemas.
‘Gila, ternyata aku sudah lama jadi fantasi laki laki ini’, pikirku dalam hati.
Merasa posisiku sudah siap, sambil tangan kirinya menahan pinggulku, dia kembali menggerakkan ****** nya kembali.
’emmh pak pelan’, kataku ketika kurasakan penetrasi ****** nya terasa lebih dalam dari sebelumnya,mungkin karena aku menunggingkan pantatku sehingga posisi vaginaku benar-benar bebas hambatan.
Hendra tidak memperlambat kocokannya, dia malah mempercepat, aku mulai mendesah-desah pelan masih menjaga sikapku,
’emmh emmmh’, desisku pelan merasakan gesekan batangannya di lubang vaginaku.
Melihat tubuhku yang terdorong dorong kedepan, Hendra sepertinya sengaja melepaskan kedua tanganku sehingga aku dapat menahan tekanan tubuhnya, dengan kedua tanganku bertopang pada tembok.
’emmmh gila seret banget’, erangnya. Kini kedua-tangannya meremas remas bokongku yang bulat padat sambil tidak berhenti mengocok ****** nya.
‘ooh bu oooh’, Hendra semakin keras mendesah, aku jadi takut kalau-kalau ada orang yang mendengar desahannya itu.
“pak Hendra..ja..jangan berisik pak..”, kataku memohon takut desahannya didengar orang.
‘I..i..iya bu emhh abis enak banget’, katanya pelan dengan nafas menderu.
Kocokan ****** nya terasa semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokongku, dia menguakkan belahan pantatku. dan kurasakan satu jarinya membelai anusku. Kontan aja aku menggeliat, pantatku bergoyang ke kanan ke kiri karena kegelian.
‘oooh pak Hendra..oooh’, aku bukan lagi mendesis tetapi desahan mulai keluar dari bibirku, rasa nikmat yang tercipta dari kocokan ****** Hendra ditambai gesekan jarinya yang membelai anusku seperti racikan yang pas membuat aku lupa diri, dan membuatku tidak dapat membendung desahanku. Hebat sekali, rasanya aku mulai benar benar menikmati semua ini, tubuhku terasa sangat geli, kenikmatan rasanya menyebar diseluruh tubuhku.
‘oooh ahhh’, aku semankin menggila desahanku bertambah keras saja, Hendra bukan saja hanya membelai anusku dengan jarinya tetapi memasukkan satu jarinya ke anusku dan menusuk nusuk jarinya ke anusku, refleks pantatku semakin kutungingin, tiap kali dia menarik ****** nya dia membalasnya dengan menusukkan jarinya ke anusku. Jujur saja terlintas dibenakku untuk melakukan anal sex dengan pak Hendra, seperti yang dulu pernah kulakuan dengan pacarku.
Hendra semakin mengerang tak karuan, tidak kuhiraukan lagi apa yang dikatakan Hendra, rasanya aku sudah mau orgasme.
‘saya mau keluar..ahh bu dona’, kudengar samar samar erangannya, namun tidak kupedulikan karena aku juga merasa sudah mau orgasme.
‘ooh emmmh oooh’ desahku lebih keras, kurapatkan tubuhku kedinding, Hendra mengikuti tubuhku dan menekan keras keras ****** nya kedalam vaginaku, bahkan dia menusuk jarinya sampai amblas didalam anusku
‘ahhhh setaaan kau parmaaaaan’, lirihku panjang, aku orgasme, aku tidak dapat menahannya, sungguh luar biasa aku bisa orgasme ketika diperkosa.
Kutelan air liurku menikmati sisa kenikmatan, masih kurasakan penis Hendra memenuhi liangku, tetapi tidak kurasakan lagi jari Hendra di anusku, kedua tangannya memegang pantatku dan memompa ****** nya dengan ganas.
‘oooh bu dona oooh’, tiba tiba Hendra mengerang keras dan menekan tubuhku keras, aku kaget menyadari dia mau orgasme, tapi terlambat, diringi erangannya, ****** Hendra sudah menyemburkan sperma hangat menyirahi rahimku. Berkali kali dia mengehentakkan penisnya dalam-dalam membuat tubuhku terdorong ke tembok.
‘ooooh emmmh’, entah kenapa aku ikut menikmati sensasi ketika Hendra orgasme di liangku, denyutan-denyutan kecil batang ****** nya terasa di sinding lubang vaginaku ketika cairan hangat spermanya berhamburan keluar menyirami lubangku.
‘Ahhh apa yang kulakukan? Hendra orgasme di vaginaku’, pekikku dalam hati. Aku tersadar kembali, kurapatkan tubuhku kedinding dan menarik nafasku, aku teringat kalau aku memang sudah mau haid, aku hanya bisa berharap spermanya tidak membuahi telur dirahimku.
‘ahh bu dona emmh’, dia mencoba mencium pipiku tapi kudorong dengan mata melotot. Melihatku protes, dia segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan ****** nya yang masih dilumuri cairan vaginaku.
‘Cepat keluar pak’, kataku dengan suara lantang sambil merapikan posisi rokku. Hendra tanpa berkata apa apa langsung keluar dan kukunci pintu toilet. Aku langsung membersihkan kemaluanku dari cairanku sendiri dan sperma Hendra yang mengalir keluar,
‘gila..banyak banget spermanya’, umpatku dalam hati.
Aku mengenakan celana dalam dan merapikan baju yang kukenakan. Aku mengendap endap keluar toilet dengan hati berdebar, takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet. Suasana sekitar sekolah sepi, memang saat itu sudah hampir jam 4 sore.
Dengan hati berdebar aku memasuki ruangan guru, kulihat kepala sekolah dan 2 orang guru belum pulang mereka lagi sibuk dengan urusan masing masing. Aku sedikit bernafas lega meski perasaan kotor masih ada dipikiranku. Dan sore itu aku pulang kerumah dengan perasaan yang tidak menentu antara malu, takjub dan takut.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dihari-hari esok pada diriku…ahh hidup..
Cerita Dewasa – ML Dengan Anak Kost

Cerita Dewasa – ML Dengan Anak Kost



 Sudah pernah tak ceritain kan, kalau kostku tidak terlalu jauh dari tem2an tempat aku ngamen. Tiga hal yang membuatku sangat betah tinggal disitu sampai sekarang, pertama, kosku sangat bebas. Kedua, kosku campur. Artinya ada cewek dan ada cowok. Ketiga ya tentunya karena lokasinya sangat dekat dengan lokasi ngamen. Ada 14 kamar di kosku. Tidak terisi semuanya. Beberapa diantaranya berada di rumah induk, yang kemudian disekat dengan triplex. Karena tergolong desain rumah (jawa) lama….kamar mandinya terdiri dari 2 bagian yang dibatasi dinding tapi tidak menutup penuh ke atas. Ya…..kurang lebih 2 meteran lah. Bahkan mungkin kurang. Di depan kamar mandi, ada tempat untuk mencuci.
Cerita Dewasa - ML Dengan Anak Kost
Penghuni kosku terdiri dari 5 keluarga (2 pengantin baru), 2 orang bujangan (termasuk aku), dan seorang cewek. Pemandangan indah hampir kudapatkan setiap pagi. Misalnya ketika hendak mengantri untuk mandi. Rata2 “perempuan2” di kos masih mengenakan daster, baju tidur atau celana pendek ketat. Apalagi kalau mereka sedang dalam posisi nungging (sambil mencuci baju, piring atau sejenisnya lah…). Wah…..otomatis dong si IMIN minta dibelai2 . Ya………ujung2nya berakhir dengan ngocok di kamar mandi.
Pagi itu, jam 7 lebih sedikit. Tidak pingin ngetem pagi. Soale semalam habis nonton final champion, Liverpool – AC Milan (siapa yah yang menang ???? ). Maksud hati ingin langsung mandi, tetapi karena kedua kamar mandi lagi di pakai, ya terpaksa harus menunggu giliran. Aku menghempaskan pantatku di bangku kayu dekat kamar mandi. Di depanku mbak Rara (salah satu penganten baru) sedang mencuci beras. pasti mau masak kan… Daster kuning selutut, terkadang jongkok, terkadang nungging. Karena letak krannya disisi barat dan tempat dudukku disisi timur, maka posisinya membelakangiku. Kontolkupun mulai bereaksi. Pelan…pelan….pelan…hingga akhirnya penuh menyesaki CD ku. Handuk yang tadinya berada di pundakku, ku gunakan menutup badan depanku, supaya tanganku bisa leluasa masuk ke dalam celana tanpa ada yang curiga.
uh…………nikmatnya ketika telapak tanganku mulai menyentuh batang kontolku. kucok perlahan…..3x…..4x…..mataku mulai tertutup menahan nikmatnya.
“ngapain ayo……….”
“wa……..”, aku nyaris melompat mendengar bisikan kecil ditelingaku
Hanya kaget !!! Bukan malu !!! Soalnya yang menyapaku NINING, satu2nya cewek single di kosku. 25 tahun. 170-an, pegawai restoran. Sudah tidak perawan. Bagaimana aku tahu ??? Sebab letak kamarnya tepat disebelahku. Berbatas sekatan triplex. So……kalau ada suara “uh…ah….uh…ah…” di kamarnya tidak mungkin tidak terdengar olehku. Malah ada beberapa lubang yang sengaja aku buat untuk mengintip. sepertinya niningpun tahu.
“ngagetin aja………”, nining tersenyum. Dia kemudian melirik mbak rara yang masih berkutat dengan berasnya. “oh itu to objeknya……..hati2 lo, ntar bisa digorok sama suaminya….”. kami berdua melepaskan tawa. Spontan mbak rara mengalihkan pandangannya kepada kami. Nining mengenakan celana ketat hitam sepaha. sangat jelas mencetak bentuk CD dan lekukan di daerah vaginanya. Sangat sering dia berpakaian seperti itu. atasannya tank top tanpa lengan. tali branya kelihatan. Nining duduk disampingku. Aku bila melihat didalam timbanya ada odol, sikat gigi, biore dan sabun mandi berwarna merah (lifeboy kali yo….)
“udah hampir keluar belum……..sini tak lanjutin aja”, tangannya ingin menyentuh senjataku.
“ngawur aja……..”, kutepis tangannya. Mataku melirik mbak rara sekilas. “emangnya semalam belum puas po beronde-ronde…..”. Ada rasa kaget diwajahnya. “Oooo……berarti semalam ngintip ya……awas…..”.
Satu pintu kamar mandi terbuka. “weks…..”, aku menjulurkan lidahku kearahnya sambil beranjak ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, membayangkan mbak rara dan lekuk2 tubuh nining membuat senjataku mengeras kembali. Tangan kananku menopang badanku ke tembok, sedang tangan kiriku mulai mengocok senjataku.
“ouuuuuuggggggggggghhhhhhhhfffffffffff…….. “, mataku mulai tertutup menahan nikmat yg kurasakan. Tanganku terus bergerak maju-mundur. Semakin membayangkan…….mengangkat daster mbak rara…..menurunkan CD nya dan……..menusukkan kontolku kedalam memeknya.
“hmmmm……hmmmmm….”, semakin kubayangkan aku memompa mbak rara dari belakang. Kocokanku semakin cepat. Badanku mulai mengejang, kakiku sedikit jinjit.
“ahhhhhhhhhhhhhhhhh……………hhhhhhhhhhhh “, spermaku melompat hingga menempel di dinding kamar mandi. Aku tersandar di tembok……
“Ram……mandi kok nggak ada suara airnya, hi2………”. suara nining terdengar dari kamar mandi sebelah. “ngapain ayo………….”, kali ini terdengar suara cekikikan meski agak samar. Aku pun tersenyum.
“mau tau aja kesibukan orang………”. Di luar sudah tidak terdengar suara kran air. Berarti mbak rara sudah selesai dengan urusan berasnya.
“alah…paling2 juga TIDIDIT……tadi udah tak tawarin sok ngggak mau”. Tiba2 aja…niat iseng muncul di kepalaku. Selama ini memang beberapa kali ngintip nining ML di kamarnya. Tapi belum ada kepikiran untuk langsung Ml sama dia. Resikonya tinggi kalau ketahuan…..(pacarnya polisi ). Lagian kalau aku kepingin “kawin” banyak kok yang bisa di call . Aku memanjat bak hingga kepalaku bisa melihat seluruh tubuhnya di kamar mandi sebelah.
“beneran nih…….”, suaraku sedikit berbisik. Bodinya sih biasa aja……toketnya itu….walah…….dua kepal tangan mungkin
“sini aja…….”. kurang lebih gerak bibirnya seperti itu, tapi tanpa suara. Tanpa berpikir dua kali aku lalu memanjat dinding pembatas itu dan mendarat di kamar mandi sebelah dengan sangat perlahan.
“jangan berisik ya……”. aku membisikkannya sesaat sebelum melumat bibirnya. Tangannya langsung menggenggam kontolku. mengocoknya. tanganku pun lalu mencari belahan vaginanya. ujung jari telunjukku lalu bermain di klitorisnya. kami mulai saling menggesek.
“ram…enak banget….”. Kulumat lagi bibirnya….lidah kami saling mengisap. 2 jariku mulai kutusukkan ke dalam vaginanya. Spontan nining melepas lumatannya dan mendaratkan bibirnya dipundakku. kocokannya di kontolku pun mulai tidak teratur. jariku kutelusupkan lebih dalam…..
“ampun ram……….hmmhhhhhhhh…..ah……….”, susunya mulai menempel didadaku. Senjataku sudah mengacung keras. menonjolkan urat2 diseluruh batangku. aku memutar badannya. menyuruhnya nungging berpegangan pada sisi bak.
“jangan berisik ya….”. Nining hanya mengangguk. Perlahan kepala kontolku membelah vaginanya. badannya bergetar.
“ougggggghhhhhhh……..ram…………..”, suaranya tertahan. Tanpa halangan batangku amblas semuanya ke dalam memeknya. Aku mulai menggenjotnya. Tanganku memegang pinggulnya. Ikut memaju mundurkan pantatnya, mencari penetrasi yang terdalam. Sekali2 aku memilin2 putingnya yang tergantung bebas. Kugenjot dengan irama sedang2 aja. Tidak jarang aku harus menempelkan bibirku dipundaknya, supaya eranganku tidak sampe keluar kamar mandi
“memekmu enak banget ning………”
“kontolmu juga ram……..tekan lagi dong…….”.
Aku mulai menusukknya dengan keras. pinggulnya kudorong kebelakang. serasa kepala kontolku mentok di rahimnya.
“ah………ahhhhhh……..ahhhhhhhhh”, nining meracau
“ganti dong ram……..”
“hooh………….”. Nining membalikkan badannya. Berdiri menghadapku. Lidah kami kembali berpagutan. Isapannya kemudian turun mencari kontolku. Begitu lidahnya menyentuh kepala kontolku, uhhhhhhhhhhh………………….RASANYA……… ….UUUEEEEENAK TENANNNNNN…. (belajar dari siapa tuh……….). Buah pelir sampai anusku dijilat semuanya. saking enaknya aku memaju-mundurkan kepalanya dengan cepat.
“aduh ning…….isep terus…….enak……..hmmmmmmmhhhhhhhhhhh”. Kepala kontolku terasa membentur kerongkongannya. Nining sampai hampir termuntah-muntah. Kupompa terus mulutnya. Nining mengimbangi dengan sedotannya. Isepannya………..ohhhhh…………hhhhhhhhh… …….hhhhhhhhh……. Yakin nggak perlu waktu semenit, spermaku pasti menyembur dengan isepan seperti itu. Langsung kuberdirikan dia. kusandarkan pada dinding, kaki kirinya kuangkat. Belahan vaginanya terlihat jelas. bulu2 tipis tercukur rapi. Aku mulai menusukkan kontolku. BLESSS………awalnya posisi begitu menyulitkanku untuk menggenjotnya, akhirnya kuangkat kedua kakinya. Dia menggantung di bahuku. Kakinya melingkar di pinggangku, sementara badannya masih tersandar di tembok. Mulut kami beradu. Dada kamipun beradu
Aku memaju-mundurkan pantatku. semakin keras dan semakin dalam. Sensasinya…………………..kutekan terus. semakin cepat dan semakin cepat. Nining mendaratkan bibirnya di leherku.
“ram…tekan ram……aku hampir sampai……..”
“terus ram………….”
“ahhhhhhhhhhhhhhh……………………….. hhhh hhhhhh……………aku keluar ram….hmmmhhhhhhhhh”. Seluruh permukaan batangku serasa dilumuri oleh cairan kewanitaannya. Masih terus kupompa…karena aku juga merasa sudah tidak lama lagi…….semakin cepat……dan semakin keras
“ning…aku mau keluar……luar apa dalam………”,
“di mulutku aja………….”. Aku langsung mencabut penisku dan memposisikannya di depan bibir nining. Nining langsung menyambutnya, dan kembali menyedotnya…….isep………sedot………aku benar2 mau meledak.
“ning……aku keluarrrrrrrrrrrrrrr……….rrrrrrrrrrrr…….. hmmmmmmmmmmmhhhhhh”. Spermaku menembak dinding mulutnya. Lidahnya menyapu batangku sampai bersih mengkilat. Nining melirik kearahku. Aku mencubit hidungnya. Huh…….sungguh pagi yang indah. Tapi jadi berangkat ngamen nggak ya
Keperawananku Hilang di Tangan OB

Keperawananku Hilang di Tangan OB

Kuperkenalkan dulu diriku, aku seorang yang berasal dari keluarga sederhana. Namaku Heri, umurku sekarang 23 tahun,aku akan menceritakan awal mula pertama kali melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. Saat itu usiaku 18 tahun, aku baru saja lulus dari SMK swasta di kotaku, boleh dikata nilai ijazahku sangat memuaskan,lalu aku melamar pekerjaan ke salah satu perusahaan otomotif terkemuka di negeri ini, disaat aku menunggu panggilan kerja, Om ku datang menawarkan pekerjaan buat aku, katanya ada lowongan di tempat om bekerja, tapi posisinya sebagai OB alias office boy,waduuh apes banget gue, begitu ada yang nawarin pekerjaan tapi Cuma sebagai OB”pikirku, tapi nggak apa dech, itung- itung ngisi waktu buat nunggu panggilan kerja. Dihari pertama aku kerja di tempat om ku, sungguh diluar dugaanku. Ternyata karyawan ceweknya cantik2, banyak lagi. Wah kesempatan nih mumpung aku lagi jomblo, siapa tahu ada karayawati om yang mau sama aku,gumamku.
Keperawananku Hilang di Tangan OB


Aku melihat salah seorang karyawati yang kuketahui bernama Erly, orangnya cantik, putih, tinggi badan kurang lebih 168 cm, ukuran bra kira-kira 36 C ditambah bodinya yang aduhai karena dia giat banget fitness,apalagi pantatnya yang besar,kalau dia lagi jalan,pantatnya naik turun yang bikin pikiran cowok yang memandangnya ingin meremas pantatnya,pernah suatu hari aku melihatnya diruang rest room,dia sedang menanggalkan blouse atasnya,saat itu aku liat dia Cuma pakai hem warna putih transparant yang seakan-akan terlalu kecil buat dia,seakan-akan ada yang nggak muat dibalik bajunya,mungkin karena teteknya terlalu gede kali,wah..wah..montok banget nih cewek, aku sudah membayangkan bagaimana kalau aku bisa meluk dia…pastinya angeeeet banget,Aku mulai cari informasi mengenai dia,apa yang dia suka dan apa yang dibencinya,tiap kali bertemu dia,aku selalu menyapanya..diapun membalas sapaanku..ada kemajuan nih pikirku. Selang waktu 2 bulan, keakraban kami bukan lagi sebagai atasan dan bawahan,saat aku main kerumahnya diapun menyambutku dengan ramah.Sudah saatnya aku mengungkapkan perasaanku kalau aku sayang padanya.”Er aku mau ngomong sesuatu sama kamu,sebenarnya aku sudah lama pengin ngomong ini”dia jawab
ngomong aja,”aku sebenarnya sayang sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?lalu dengan ekspresi kaget di jawab” Her, berarti selama ini kamu salah tafsir tentang kebaikanku ke kamu,aku Cuma nganggap kamu teman,lagian kedudukan kita berbeda,aku sekretaris kantor sedangkan kamu Cuma OB”saat itu aku bagaikan tersambar petir,bukan masalah aku ditolak, tapi dia sudah menghina aku dengan kata-kata seperti itu.Saatnya aku bikin perhitungan sama dia,nggak masalah aku ditolak,tapi aku harus bikin dia takluk sama aku…besok harinya kebetulan dia kerja lembur karena dapat banyak tugas dari om ku,seandainya dia aku perkosa,jelas sekali kalau dia akan mengadukan aku ke polisi, tapi kalau aku bius, darimana aku bisa dapat Chloroform?akhirnya aku dapat ide, temenku pernah cerita kalau minuman bersoda bermerek s***** dicampur salah satu obat tetes mata I****,bisa bikin orang teler alias pingsan,segera aku membeli minuman serta obat tersebut. Begitu aku sampai kantor, aku campur minuman tadi dengan obat tetes mata dengan dosis beberapa 2 tetes, aku pura2 ngasih sama dia minuman tadi, dengan alasan sebagai permintaan maaf atas kelancanganku dan berharap kita masih bisa temenan, awalnya dia nolak,tapi aku bilang ke dia kalau aku nggak ada maksud lain…biar tidak curiga lalu aku pura2 ijin pulang,tapi sebenarnya aku sembunyi di room direksi,aku intip dia dari ruang itu,aku liat dia mulai teguk minuman yang aku kasih tadi,ternyata benar juga,dalam hitungan menit dia langsung jatuh pingsan diatas kursi kerjanya,wah inilah kesempatanku,aku datangi dia lalu aku coba bangunin dia,siapa tau dia Cuma tertidur….aku colek tangannya dia diem,lalu aku colek teteknya,dia tetep diem…ehhh ternyata beneran dia pingsan,dia kusandarkan dikursi,aku jongkok didepannya,lalu aku peluk dia erat2,akhirnya apa yang aku impikan selama ini tercapai,awalnya aku remas teteknya yang gede itu dari luar pakaiannya,wihh kenyal banget pentilmu Er,ooohhh…enak banget Erly,lalu aku mulai mencium bibirnya yang seksi,aku kulum sampai bibirnya memerah,slurp…oh enak banget…slurp…slurp, aku mulai turun mencumbu lehernya,lalu melepas blousenya, mulai kubuka kancing bajunya satu persatu,wowwww……tiba tiba aku terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang aku lihat,tetek loe gede banget Er,ini beneran tetek? Kok bias segedesemangka gini…???lalu aku lanjutin membuka BH nya,wiiiii… what a nice tits babe…..aku rasa tetekmu ini lebih dari 36 C,atau mungkin
tepatnya 39 C, American cup size man..pokoknya malam ini loe harus muasin gue,mulai kukulum putingnya yang berwarna merah muda,dan putingnya yang belum nongol,apa mungkin dia sama sekali belum dijamah sama cowok ya? Pikirku,aku mulai menjilati ujung teteknya, kadang aku gigit sampai ada bekas di teteknya,aku makin bergairah saja,aku remas teteknya yang kenyal banget, habisnya kayak bola karet,he..he..kukulum2 sampai putingnya mulai mengeras,lalu aku mulai menjilati pusarnya dan akhirnya kulepas roknya yang seksi itu,Erly aku udah nggak sabar nih,pengin masukin kon***ku ke lubang vag***mu, begitu roknya terlepas dari kakinya,kulihat celana dalamnya yang makin bikin aku bertambah gairah, dia memakai tounge G-string(celana dalam seksi yang kayak tali),yang biasa dipake bule saat berjemur di pantai (kayak yang aku liat di tivi),transparan lagi….aku jilati pahanya yang putih mulus,lalu aku sampai pada ujung pangkal pahanya,mulai kuturunkan celana dalamnya,pelan-pelan aku menghayati aksiku,aku lihat pemandangan yang luar biasa,vag***nya menggelembung kayak seonggok daging,dan mataku tertuju pada klitorisnya yang sedikit basah kemerahan,dengan ditumbuhi bulu halus disekitar organ kewanitaannya.Waduh harus cepet-cepet nih masukin barang gue,udah ngaceng keatas gini…aku mulai menjilati dengan ganasnya,lalu aku buka bibir kemaluannya,kujilati terus tanpa henti,Erly ini saatnya gue masukin tongkol gue ke vag*** loe,kon*** gue udah nggak tahan nih,aku tanggalkan semua pakaianku,kini kami berdua telanjang tanpa sehelai benangpun,aku geser tubuhnya sedikit lalu aku angkat kaki kanannya…..aku tempelkan kon***ku ke vaginanya,mula-mula kugosokkan pelan-pelan mulai dari bibir atas vag***nya yang sudah basah oleh liurku,ini mana sih lubangnya? Susah amat nyarinya,pembaca harap maklum, saat itu aku baru pertama kali ngelakuin yang namanya free sex,begitu ketemu,aku tekan maju mundur dengan pelan2,kok sempit banget pikirku…oke,aku akan paksa kont**ku ngambil perawan loe Er..satu..dua..tiii..gaaaaa…preeet..preett,kok kayak ada yang sobek?? Tapi apa’an ya,awwwww yes…kont**ku dah masuk separuh,tapi rasanya ada yang ngilu di pusakaku ini,kayak kejepit pintu..tapi bedanya ini rasanya enak banget,kutarik pelan-pelan,kudorong lagi..blesssss..akhirnya kont**ku masuk sepenuhnya,lalu mulai kugenjot dia sampai teteknya yang montok itu bergoyang keatas dan kebawah,Er enak banget memiaw
loe,udah cantik,putih,montok ditambah memiawmu yang sempit ini,beruntung banget aku….kugenjot dia selama setengah jam,Er gue mau kluar nih,kluarin didalem aja ya….langsung kuluberkan spermaku kedalam vag***nya crooott…croott,ohhh…ohhh… begitu kont** aku tarik keluar,ada bekas noda darah dikemaluanku, juga pada memiawnya,ternyata dia masih perawan ooiiii….lumayan ML pertama kali dapet bidadari perawan,setelah istirahat 5 menit,kuangkat dia keatas meja,kutaruh dia dengan posisi tengkurap,lalu aku ent*t lagi memiawnya dari belakang,kuremas teteknya,oohhh..opffhh….yes…oh my god…(biar kayak di film2 porno gitu),enak er…terusin ya sayang,aku lebarkan lagi kakinya dengan posisi badan membungkuk diatas meja,kupeluk dia sambil terus meremas toketnya yang yahud,sampai-sampai genjotanku terdengar suara..creeek..creeek…ccreeek…aku masih belum puas,lalu kurapikan lagi pakaiannya,mulai dari baju, blouse sampai roknya,tapi tanpa BH dan celana dalamnya,gue akan lebih puas kalau ngent*t loe dengan pakaian utuh,biar kayak karyawan kantor yang lagi ngelakuin affair secara sembunyi,lalu aku duduk dikursi,kutaruh dia diatasku dengan posisi membelakangiku,tangan kiriku meremas teteknya dari belakang,sedang tangan kananku menelusup kedalam roknya,aku arahkan lagi rudalku kearah vag***nya,dan bleeess…ohhh…enak banget Erly,oohhh…ngent*t loe dari belakang sambil megang toket loe,oohh..nggak tahan neh Er,gue mau keluar lagi nih….croott..croott…legaaa….aku bangun lagi,lalu aku telentangkan dia dilantai,kubuka lagi kancing bajunya,Erly aku pengin ngent*t toket loe nih….kuhisap dulu pentilmu ya,sluuuurp….sluuuurp…segeeeerr….enaaak banget kalo minum susu dari sumbernya,lalu kutaruh ludahku ditengah toketnya yang putih mulus itu,biar licin gitu….kutempatkan kont**ku di situ,kutekan toketnya dari samping kiri kanan biar bisa menjepit kont**ku,mulai ku maju mundurkan rudalku,,wowwwww…..what incredible tits honey,I ‘d never felt like this before ( ya iyalaaahh,namanya juga baru pertama kali ngesexnya),kont**ku Cuma kliatan helmnya,seakan-akan kont**ku tertelan sama toketnya erly,,apalagi saat aku duduk diatas tubuhnya,pantatku terasa angeet banget,dan pahaku terasa bergetar saat terbentur toketnya yang montok dan kenyal itu,makin kupercepat gerakanku,makin terasa nikmat…ploook…plokk…plook…ohhhh…aohhhh…terusin ya sayang,toketmu bener2 luar
biasa,sambil aku remas pentilmu yang gede dan putih ini,putingmu aku pelintir ya,biar makin nongol keatas,babe,my sperm want to cum’….mau kluar nih saying,udah nggak tahan,crooottt…crooot….crooottt….spermaku keluar membasahi wajahnya yang cantik,,thanks honey…malam ini gue bener-bener puas,loe udah ngelayanin gue sampai kont**ku nggak sanggup berdiri lagi,lalu aku ambil tisu sama air buat bersihin dia,lalu kurapikan pakaiannya seakan-akan tak terjadi apa-apa,nggak terasa sudah 3 jam aku melampiaskan nafsuku sama erly,saat aku hendak keluar dari ruangan tersebut…tiba-tiba……terdengar suara seorang cewek yang memanggilku, mas….mas heri bangun…udah siang nih…mau narik nggak….jam segini masih molor,ooohhh sialan ternyata semua Cuma khayalan mimpiku,aku dibangunin sama istriku yang namanya juga erly tapi jauh banget dari apa yang aku impikan tadi,dia gendut, pendek,kulitnya item,ditambah lagi kerjanya sebagai penjual jamu gendong, sedangkan aku sendiri bekerja sebagai tukang becak……sekian…!!!!!
Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT

Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT

Saya mulai aktif melakukan aktivitas seksual sewaktu saya masih 19 tahun. Teman-teman saya yang memberitahu bagaimana cara bermasturbasi dan saya mulai melakukan itu.dan saya benar-benar menikmatinya. Saya selalu ingin melakukan hubungan seks tetapi tidak mendapatkan kesempatan sampai saya kuliah. Saya kuliah di Cikupa. saya tidak kost tetapi memustuskan untuk tinggal di rumah tante Indriyang kebetulan ada di Cikupa walaupun agak jauh dari kampus. Anto Suami Tante Indri adalah seorang Pengusaha. Tanteku sangat cantik dan proposional dengan tinggi badan 170 dan berat 56 serta buah toket gede gede montok yang membuat aku cukup sange dibuatnya.
Cerita Sex Dewasa 2016 - Tergoda Toge Tante Girang HOT Cerita Sex Dewasa 2016 - Tergoda Toge Tante Girang HOT Cerita Sex Dewasa 2016 - Tergoda Toge Tante Girang HOT tante bugil dari korea ini boleh juga sob 3
Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT
Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT | Dari hari pertama aku sudah mulai bermasturbasi dengan menghayalkan dia. Umur dia sekitar usia 33, dan mempunyai 2 orang anak , Ranny yang berusia 10 tahun dan Cariza yang berusia 7 tahun. saya menempati kamar atas yang kosong. Setelah kurang lebih satu minggu aku menjadi lebih akrab dengan Tanteku ,Segera pikiran kotor menghingapiku ketika aku berdekatan dengan dia.

Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT | Tingkah laku dia juga sangat ramah. Ia mulai sering mengajaku pergi ke mall dengan memakai mobilnya. Ia bahkan tak pernah ragu untuk membeli pakaian dalamnya di depanku. Aku baru tahu bahwa dia sangat suka menggunakan pakaian dalam yang sexy. Aku sering memuji dengan mengatakan bahwa tante lebih muda dari usia tante. Suatu hari aku tidak masuk kuliah. Saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Pada siang hari ada film di tv, jadi saya pergi ke ruang tengah untuk menonton. Ternyata dia sedang menyiram tanaman di taman belakang dengan hanya memakai kaos longgar tanpa lengan dan celana pendek sehingga pahanya yang putih kelihatan langsung penis saya menegang melihat itu.. Saya memutuskan untuk mendapatkannya pada hari itu.
Ketika dia selesai menyiram tanaman dia langsung bergabung dengan saya. Tiba-tiba listrik mati pergi. Jadi kita mulai ngobrol tentang kehidupan perkawinannya. Aku perlahan membelokan pembicaraan dan berkata “ tante sangat cantik sekali “. Saat itu dia kaget dan melihat aku bahkan dia melihat celana saya pakai. saya yakin dia melihat kemaluanku yang mengang. Saya berkata lagi “ Tante seperti kakaknya Ranny bukan Ibunya “
“ kamu bercanda, Roy”?
Aku berkata lagi “ sumpah Tan, apalagi kalau tante memakai Tank top dan rok pendek akan terlihat lebih muda lagi “. Saat itu dia tersenyum. Saya bertanya lagi” apakah tante dapat memakainya sekarang”
Awalnya dia menolak tapi saya terus memaksanya akhirnya dia berkata “ok”.
Langsung kemaluanku menegang dan mulai ingin keluar dari sarangnya. “tapi kamu jangan macam macam yah “Saya berjanji, setelah itu dia pergi kekamarnya dan Saya mulai memegang kemaluan saya.
Cerita Sex Dewasa 2016 – Tergoda Toge Tante Girang HOT | Dia terlihat sangat muda dan seksi. dia tersenyum dan berkata” kamu melanggar janjimu. Aku Cuma tersenyum. Buah dadanya kelihatan seperti mau muntah dari tanktopnya dan putingnya keliahatan tercetak ternyata dia tidak memakai bra kebawahnya dia hanya memakai rok mini sehingga kakinya yang panjang telihat sangat sexy. Aku pergi mendekatinya dan berkata “saya ingin mencium Tante “ tapi dia menolak aku tak mau kehilangan buruanku aku pegang pinggangnya dan mulai menciumnya, untuk beberapa waktu dia berusaha melakukan perlawanan tetapi kemudian ia berhenti mencoba. Saya merasakan nafas dia sudah tidak teratur.saya mulai meremas pantatnya dan dia mengangkat roknya ke atas serta memasukan tangan saya ke dalam celana dalamnya dari belakang dan menekankan pantatnya dengan keras hingga akhirnya ia berhenti melawan. Aku terus menciumnya dan mulai meremasi dadanya yang besar Saya membawa dia ke Sofa.
Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Tante Indri melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Tante Indri menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas Tanktop Tante Indri
“Tetek Indri gede banget sih. Endroy suka deh,” kataku sambil meraba payudara Tante Indri.
“Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..!” pinta Tante Indri.
Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Tante Indri yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Tante Indri yang sebelah kiri.
“Aahh.. Ohh.. fish..!” teriak Tante Indri ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedotttt.
Secara bergantian payudara Tante Indri kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Tante Indr imeremas-remas batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Tante Indri berusaha melepaskan CD-ku. Tanteku menaikkan pinggulnya saat kutarik rok mininya. Aku melihat CD yang Tanteku kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium CD Tanteku tepat di atas kemaluannya dan meremasnya. Dengan cepat kutarik CD Tanteku dan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandangan yang sangat indah. Lubang kemaluan Tanteku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalu lebat, hingga garis lubang kemaluan Tanteku terlihat.
“Do, tongkol kamu gede bauanget,” kata Tanteku takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.
“Masa sih Tan…?” tanyaku seakan tidak percaya,
Tanteku dengan tangan kanannya terus meremas-remas kemaluaku.
Dan tidak lama Tanteku pun berjongkok, lalu tersenyum. Tanteku mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.
“Uuhh.. aahh.. enak Tan..!” aku berteriak ketika lidah Tanteku mulai menyentuh kepala penisku.
Tanteku masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Tanteku. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.
Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Tanteku.
“Aahh.. oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Tann..!” teriakku lagi.
Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Tanteku tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Tanteku bergerak-gerak dengan lincah seperti ular.
Dan sekarang kulihat Tanteku menyedot-nyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.
“Tannn.. enak Tann..!” aku hanya dapat berteriak.
Dengan cepat dan liar Tanteku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudah tidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata, dan akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dan.. “Cret.. cret.. crett..” maniku kusemprotlkan di dalam mulut Tanteku. Setelah itu Tanteku berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.
“Sayang, sekarang kamu jilatin memiawku ini..!” kata Tanteku sambil menunjuk ke arah vaginanya.
Setelah itu Tanteku tidur telentang di lantai. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Tanteku. Kudekatkan wajahku ke vagina Tanteku, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.
“Ahh.. fuuckk.. yeaahh.. shiitt.. hisapnya itilnya Sayang..!” Tanteku hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.
“Ohh.. Aahh.. fuuck.. mee.. yeaahh.. masukin tongkolmu sekarang Sayang..! Aku udah nggak tahan..!” pinta Tanteku memohon.
Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Tanteku . Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Tanteku. Aku buka lebar paha Tanteku, lalu aku arahkan penisku ke memiaw Tanteku yang sudah basah dan licin. Tangan Tanteku segera memegang penisku lalu mengarahkannya ke lubang memiawnya. Tak lama.. Bless.. penisku langsung memompa memiaw Tanteku Terasa seret, dan enak rasanya menjepit penisku..
“Ohh.. Sshh.. Oh, Endroy.. Mmhh…” desah Tanteku ketika aku memompa penisku agak cepat.
Tanteku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya. Tak lama, tiba-tiba Tanteku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang.
“Oh, Do..Aku mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil Tanteku.
“Terus setubuhi Aku…” desahnya lagi.
Beberapa saat kemudian tubuh tanteku melemah aku yang juga keluar tanpa melepaskan penisku dari vagina Tanteku cepat membalikan tubuhnya hingga menungging “Aduhh.. enak.. sekali Sayang..! Kamu.. pin..tarr.. Sayang..!” jerit Tanteku ketika kusetubuhi dari belakang . aku terus mengent*tnya dengan cepat. Tanteku pun membalas dengan menggoyangkan pantatnya dengan cepat,pula dan terasa ada cairan hangat yang menyembur di dalam tubuhnya.sepertinya dia mengalami orgasme kembali “ aku keluar lagi sayang…. Kamu hebat “ mengetahui hal itu aku terus mengenjotnya dengan cepat karena aku juga merasakan akan keluar Dan memang, aku sudah tidak tahan lagi, dan gerakanku makin cepat, nafas makin memburu dan dengan mengerang parau, muncratlah spermaku di dalam vaginanya, crot.. crot.. crott.., dan Tanteku yang juga kelihatannya kembali mencapai orgasme yang ketiga, mengetahui aku sudah keluar, ia memutar-mutar pinggulnya kesana kemari membuat penisku ngilu dan seperti diputar-putar. Dan kemudian ia memiawik tertahan sambil melentingkan tubuhnya dan terkulai lemas
Kami kemudian terlelap tidur karena kecapaian 1 jam kemudian kami terbangun dan Tanteku mengajak mandi bareng di kamar mandi kembali kami melakukannya.
Semenjak saat itu kami hampir tiap hari mengulangi persetubuhan ini siang ketika rumah sedang sepi sebelum aku berangkat kuliah dan malam malam sering tanteku masuk ke kamarku sehingga sebulan kemudian tanteku berkata “ kamu akan menjadi ayah sayang” selama kehamilannya Tanteku malah semakin bergairah dalam melakukan hubungan badan sampai bulan kedelapan kehamilannya pun kami terus berhubungan. Akhirnya Tanteku melahirkan bayi perempuan yang dia beri nama Yolla.

Selama 5 tahun aku kuliah dan tinggal di rumah tanteku, tanteku telah melahirkan 3 orang anak yang semunya adalah hasil perbuatanku.
Terangsang Dengan Ibu Mertua Saat Memijit Tubuh Indahnya

Terangsang Dengan Ibu Mertua Saat Memijit Tubuh Indahnya

Terangsang Dengan Ibu Mertua Saat Memijit Tubuh Indahnya
Ibu Mertua Saat Ditinggal Suami

Cerita seks ini bermula dari setahun yang lalu sampai sekarang, dimana dapat dibilang telah empat tahun saya menikah dengan Dian istri saya. Umur saya sekarang sudah 32 tahun, dan masih segar, pantasnya dibilang orang masih berumur 25 tahun dilihat dari wajah. Maklum, imut-imut padahal tinggi badan sudah 175 cm dengan berat badan 67 kg, dangan kulit sawo matang, karena saya asli orang melayu.
Saya mempunyai mertua yang sangat perhatian dengan semua aktivitas saya dan Dian istri saya. Istri saya adalah anak tunggal dari keluarga yang dapat dikatakan kehidupannya lumayan mewah. Tidak heran sewaktu saya menikahi Dian langsung diberikan satu mobil Mercy yang masih keluaran baru, sedangkan saya hanya karyawan Swasta perusahaan Asing di bidang Export-Inport dengan jabatan sebagai Finance manager.
Dimana di perusahaan tempat saya bekerja pemegang saham terbesar dari Indonesianya adalah mertuaku, jadi memang saya berkenalan dengan anak dari pemegang saham terbesar di perusahaan saya berkerja. Saya berkenalan pada saat saya ada urusan penting dengan Pak Sutedjo, merupakan nama samaran mertua saya.
Karena adanya pengembangan perusahaan dengan skala International, yang waktunya saat itu sudah sangat mepet, maka saya langsung saja ke rumah Pak Sutedjo di kawasan elit perumahan di Pondok Indah. Sewaktu saya masuk ke rumah itu, di situlah saya bertemu dengan Dian, dan dia mengajak saya mengobrol di teras rumahnya sambil menunggu Pak Sutedjo sedang mandi.
Setelah urusan kantor selesai, saya semakin dekat dengan Dian dan pacaran selama 1 tahun dan langsung menikah. Sampai sekarang kami dikaruniai 2 orang anak, dan kami masih tinggal di rumah mertua, maklum karena istri saya adalah anak semata wayang. Saya harus mengalah tinggal di rumah mertua atau Pondok Mertua Indah istilah sekarang.
Okey, kita langsung saja pada inti ceritanya. Waktu itu keadaan cuaca malam yang sangat sejuk dan ditambah rumah full AC semakin menambah dinginnya malam itu. Saat itu Dian istri saya sedang pergi berlibur dengan anak-anak ke Bali.
Saya tidak ikutan pergi karena masih ada urusan kantor yang tidak dapat ditinggalkan, dimana saya sudah diangkat menjadi salah satu Direktur bagian pengembangan, sedangkan mertua perempuan saya tidak ikutan karena kurang enak badan, jadi yang pergi hanya Dian istriku beserta kedua anakku ditemani 2 orang adik perempuanku.
Malam ini terasa dingin sekali. Biasanya disaat cuaca begini libidoku akan meledak-ledak, dan repotnya adalah Dian istri saya saat ini tidak ada disini, sampai pening saya menahannya. Sambil mengenakan baju tidur, saya mengarah ke kamar tempat tidur. Tapi sewaktu saya mau masuk ke kamar, terdengar suara panggilan mertua memanggil saya.
Jach.., kamu udah tidur belon..? tanyanya.
Belon Bu.. jawab saya sekenanya.
Saya pikir Bapa mertua saya ada di rumah, maka saya mengambil keputusan tidur saja. Tidak lama Ibu mertua saya memanggil lagi.
Jach.., kamu suruh si Joko supir kita masukin mobil, karena tidak jadi Bapa datang dari USA. Katanya masih ada urusannya di sana.
Saya pun memanggil si Joko dan menyuruhnya memasukkan mobil ke dalam garasi. Setelah itu mertua saya memanggil saya lagi, Jach.., kamu udah makan belon?
Udah Bu. kata saya.
Tidak sampai disitu, dia juga menanyakan sudah minum susu apa belum. Memang dengan perhatiannya yang terlalu berlebihan itu kadang membuat saya jengkel, itu lah mertua saya yang sangat perhatian dan penyayang.
Sebelum tidur saya pikir lebih baik saya menonton televisi, kebetulan ada film enak di salah satu stasiun tv. Saking asyiknya saya menonton televisi, saya kaget waktu Ibu mertua saya menegur dari belakang.
Eh.., Ibu belon tidur..? sapa saya padanya sedikit gugup.
Ini Jach, badan saya terasa ngilu dan kepala saya pusing, Jach tau nggak mijit..? tanyanya.
Ya tau sih nggak terlalu, tapi kalo sekedar sih bisalah, jawab saya.
Ya udah kamu tolong Ibu dong pijitin..! pintanya sambil duduk di sebelah saya.
Dengan sedikit malas-malasan saya bangkit dari tempat duduk saya, dan sekarang ibu mertua saya duduk di karpet sambil menonton televisi. Saya duduk di sofa sambil memijat kepalanya dan lehernya.
Perasaan saya belum ada yang ganjil dan masih tetap normal, tapi entah setan apa yang datang yang menghinggapi diri ini, sewaktu saya memijat lehernya terlihat oleh mata saya secara jelas buah dadanya yang masih sekal dan mancung. Saat itu Ibu mertua saya hanya mengenakan daster tipis.
Saya sangat penasaran saat itu, karena setelah saya mencuri-curi pandang ke buah dadanya, saya sedikit tersentak. Waktu itu terlihat oleh saya samar-samar kalau dia tidak menggunakan apa-apa lagi di balik dasternya. Memang dalam situasi begini siapa pun orangnya kalau masih laki-laki normal pasti akan naik nafsu melihat pemandangan yang beginian.
Tangan saya mulai saya turunkan memijat ke pundaknya, dan sewaktu memijat lengan atas tangannya, saya agak menyenggol sedikit buah dadanya dan terasa sangat lembut dan kenyal. Semakin saya senggol, dia semakin gelisah, dan disaat saya melakukan penyenggolan, saya perhatikan tidak ada seperti perasaan curiga.
Saat itu juga saya berusaha mendekatkan bibir saya ke daerah tengkuknya dan menghembuskan nafas yang dapat menggelikan sekaligus menaikkan nafsunya. Sedikit agak berat nafasnya terdengar. Tidak habis sampai disitu usaha saya, saya berusaha menempelkan tangan saya ke payudaranya dan memijatnya dengan lembut.
Akh.. ssh.. Jach..! terdengar suara Ibu mertua saya dan mengagetkan saya sejenak.
Secepat kilat dia memutar dan menghadap ke saya sambil berdiri dan memeluk kepala saya. Kemudian dia menciumi wajah saya dan dikulumnya bibir saya sambil berbisaik, Jach.. kita ke kamar yo..!
Cepat-cepat saya gendong tubuhnya ke kamar, dan langsung saya telanjangi. Kebetulan dia hanya mengenakan daster, tinggal saya bukakan pakaian saya sendiri. Kami sekarang sudah dalam keadaan telanjang bulat.
Kami bergulat dengan ganas di atas tempat tidurnya. Saya mencumbu Ibu mertua saya sendiri. Ibu mertua saya juga tidak sabaran dan langsung mengarahkan batang kemaluan saya ke lubang vaginanya yang belum sempat saya garap, maklum orang kampung kebiasaan main begitu, langsung to the point saja. Terpaksa saya melayaninya secepat itu, dan sewaktu penis saya mulai tenggelam ke dalam vaginanya, terasa agak dipijat-pijat.
Akh.. akh.. huss.. terus..! desahnya saat itu.
Saya mendorong sedikit, dan Bless..! tenggelam seluruh batang kemaluan saya ke dalam vaginanya.
Akh.. akh..! lenguhan Ibu mertua saya sewaktu ujung penis saya menyentuh dinding rahimnya.
Pelan-pelan batang kemaluan saya mulai saya majumundurkan.
Akh.. ah.. huss.. terus..! desahnya.
Saya melaju dengan pelan dan lembut. Tidak berapa lama Ibu mertua saya mulai mengimbangi dari bawah.
Terus.. terus.. Jach.., aduh nikmatnya, enak kali punya kamu. Beruntung Dian memilikimu.., itulah kata-kata yang keluar dari mulutnya, pujian dari mulut orang yang saya hormati selama ini.
10 menit sudah kami saling berpacu. Tidak puas dengan gaya pertama, kami melanjutkan ke gaya kedua. Sekarang dia meminta posisinya berada di atas. Hebat benar dia, saya langsung saja mencabut dan tidur telentang. Sekarang dia mengangkangi batang penis saya dan mengarahkannya ke vaginanya.
Kemudian, Husst.. akh.. bless..! masuk semuanya tanpa sisa.
Saya merasakan seakan-akan terbang ketika digoyangnya pinggangnya dengan liar.
Plek.. clok.. kuclok..! begitulah terdengar suara dari hasil peraduan antara paha saya dengannya.
30 menit sudah kami melakukannya, sekarang saya memangku dengan pisisi duduk saling berhadapan. Kami mengejar kenikmatan yang sangat dalam saat itu (cuaca saat itu sangat mendukung). Kepala batang kemaluan saya ngilu rasanya.
Ibu mertua saya sudah mulai liar, rupanya dia sudah mulai mencapai orgasmenya yang ke tiga kalinya, sehingga mulai banjir lagi dan terasa semakin licin dan geli terasa dinding vaginanya memijat-mijat penis saya. Hanya berjalan sebentar, terasa sudah berada di kepala penis saya lahar yang mau menyembur.
Crot.. crot.. cret..! saya semburkan air kenikmatan saya ke dalam rahimnya yang dulunya tempat berdiamnya Dian istri saya. Sebentar kami terdiam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang barusan kami capai.
Setelah kami istirahat setengah jam, kami mandi bareng ke bathup. Kami melakukannya sekali lagi di kamar mandi dan 2 kali lagi di malam hari, di tempat tidur mertua saya. Begitulah kami melakukannya selama Dian istri saya berada di Bali.

Dan sekembalinya mereka dari Bali saya langsung menyetubuhi Dian, karena saya waktu itu sempat terangsang dengan Ibu mertua saya. Ternyata Ibu mertua saya saat itu mengetahuinya. Pagi-pagi Ibu mertua memberi kode yang sudah kami sepakati dulu.
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil

Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil

Sebelumnya saya perkenalkan seorang yang aku kentot, namanya Lia. Lia adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Lia, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu.
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil – Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.
Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Lia sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya? jawabku santai.Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Lia ada beberapa pertanyaan buat Oom nih. Lia sepertinya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? tanya Lia. Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan? jawabku menerangkan.Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama. Lia membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Lia, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa. kataku memberi penjelasan ke Lia.Lia sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu? tanya Lia lagi.
Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa. jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.Lia harus tahu, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak. tambahku.Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Lia lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis. Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Lia juga masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.
Ayolah! Lia mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Lia. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis belia berumur 12 tahun. Lia hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Lia.
Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Lia sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil – Payudara Lia memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.
Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Lia berbicara.Oke, sekarang dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Lia supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan liang perawannya dan menyetubuhinya siang ini. Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.Setelah puas aku menciuminya, Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia? tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti punya mama. kata Lia sedikit protes.Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak. kilahku meyakinkan Lia.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. jawab Lia akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara. jawabku lagi.
Cerita Ngentot 2016 Bercinta Dengan Lia Gadis Smp Mungil – Segera saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Lia mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Lia melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir. Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan.Lia terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.
Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. aku meminta Lia untuk mengocok batang kemaluanku. Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Lia masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tersebut, maka kuminta Lia untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Lia untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Lia yang merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.
Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.Oom, enak banget sih, Lia senang sekali, terussinnn pinta Lia.Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.Oommm ssshhh Lia mau pipis nich..Lia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Lia tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.
Lia ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Lia.Oohhh Oom Agus Lia merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Lia alami, Oom? tanya Lia antara sadar dan tidak.Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga? tanyaku.Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya langsung.Aku merasakan kalau Lia ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Lia dalam keadaan segar bugar.
Tidak berapa lama, Lia kulihat telah kembali fit.Lia tadi Lia sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..? bujukku.Iya Oom, mau dong Lia mengiyakan sambil manggut-manggut. Ini nanti bukan puncak Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menjelaskan.Final? Lia mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi. akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu Lia sambil menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi.Iya deh Oom Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.
Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Lia merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Lia mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssLia menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sambil mengelus-ngelus rambut Lia.kunjungi juga ww.abghorny.com
Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.
Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Lia sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Lia. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Lia yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Lia yang di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Lia.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku. Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Lia.
Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.
Cerita Dewasa Ketika Andre Melihat Tubuhku Telanjang

Cerita Dewasa Ketika Andre Melihat Tubuhku Telanjang

 Perkenalkan namaku Rosi aku aku berumur 26 tahun kat orang tubuhku itu ssangat indah dengan tinggi 170 cm berat bandan 57 kg dan ukuran payu daraku 34 B itu membuat lelaki semakin bernafsu melihat aku, kadang aku juga risi dengan badanku ini, dulunya aku sering menjadi SPG dalam acara sebuah pameran mobil.
Cerita Dewasa Dientot Andre
Cerita Dewasa Dientot Andre
Aku sudah menikah dengan Faiz yang mana dia lebih tua denganku 29 tahun, kami memang sepakat untuk menunda momongan dahulu kehidupan seks kami baik baik saja, malah kadang Faiz itu bisa melebihi porsi pada umumnya dia sehari meminta 3 x dalam satu hari dia terbialang hypersex.
Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Faiz bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Faiz harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
Dan mulailah cerita ini ketika Faiz mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Andre dari luar kota. Pertama diperkenalkan Andre langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih. Andre cukup tampan gagah dan kekar.
Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Faiz memutuskan agar Andre tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami. Andre tidur di kamar persis di seberang kamar kami.
Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan.
Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Faiz datang bisa langsung bercinta. Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Faiz bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Faiz dari depan, tiba-tiba Andre muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Faiz yang membelakangi Andre dan aku juga tidak tega menghentikan Faiz, akhirnya ku biarkan Andre melihat kami bercinta tanpa Faiz sadari hingga kami berdua orgasme.
Dan aku tahu Andre melihat tubuh telanjangku ketika Faiz melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja. Setelah kejadian itu Andre lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Faiz benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku.
Di hari Jumat kantor tempat Faiz bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Faiz . Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik.
Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH, bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Andre pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar.
Sebelum berangkat aku dan Faiz sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Andre mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Faiz orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan.
Dan Andre mengetahui hal itu. Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Faiz dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Faiz berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu.
Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Andre.
Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!, canda Andre Ah bisa aja kamu Andre,balasku tersipu. Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Andre meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.
Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut. Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi.
Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Andre meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Andre telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Andre yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan.
Andre apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Andre..lepas..!,rontaku tapi Andre tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang. Andre terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Andre mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.
Andre..hentikan Andre aku mohon..tolong Andre..jangan lakukan itu..,rintihku, tapi Andre terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu.
Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku.
Ketika Andre sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Faiz memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Andre terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Faiz yang tidak melihat kami dan meninggalkan Andre dengan G-string hitamku.
Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa. Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Faiz mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Andre.
Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Andre, diperjalanan dia hanya mengakatakan Maaf Rosi..kamu sungguh cantik malam ini.
Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.
Tanpa sadar ternyata Andre telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya, Rosi aku ingin mengembalikan ini katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Andre telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya.
Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku. Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?Andre..lepaskan aku Andre..ingat kau teman suamiku Andre..jangan..ahh..aku mohon, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu.
Tapi Andre terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.
Ahhhh?Andree..kau..Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.
Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya.
Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang Ahhh?.. ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Andre mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Andre di telingaku Ahhh..hmmfff? aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Andre terkulai di atasku.
Maaf Rosi aku tak kuasa menahan nafsuku..bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Faiz pulang hingga pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang,
Faiz dan Andre berpamitan untuk nerangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Andre ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang.
Karena Faiz sangat mempercayainya maka dia izinkan Andre pulang sendiri. Andre masuk dengan kunci milik Faiz dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya.
Andre..kenapa kau ada di sini? tanyaku,Tenang Rosi suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekalipikirku.
Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Andre di dalam kolam.
Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Andre ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta. Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam.
Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku. Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya? Arrgghh.. erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Faiz.
Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang. Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk.
Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.
Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..Kau sangat cantik dan seksi Rosi..ahh bisiknya ditelingaku. Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya.
Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya. Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku Ahhh.. aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam, Nikmati sayang?demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme.
Sebentar kemudian Andre lah yang berteriak panjang, Kau hebat Rosi..aku cinta kau..AAHHH..HHH dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku. Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku.
Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.
Setelah Faiz pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Faiz dapat memberikan kepuasan padaku. Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Faiz yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku.
Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya Rosi..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk? Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita teriaknya keras. Aku yakin Andre juga mendengar teriakannya.
Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu. Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Faiz di depan komputer dan lampu di kamar Andre.
Tampak samar-samar Andre keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku. Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Andre mengeringkan tubuh.
Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku. Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus.
Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Andre, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Andre dan langsung mengunci pintu dari dalam.
Andre sangat terkejut Rosi..apa yang kamu lakukan?, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Faiz ada di kamar seberang. Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Andre hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku.
Andre tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot. Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Andre yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.
Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Andre yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Faiz yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.
Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Andre masuk ke dalam vaginaku Ahh..sssfff..Braaam! erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku.
Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Andre dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras ahh..ahh.. demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok?
Tak tahan dengan nafsunya mendadak Andre duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi. Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam.
Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Faiz mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Andre dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara, kudekap erta Andre seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku.
Andre merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya. Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Andre membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku.
Andre mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Andre merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya.
Dan Andre langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Andre.
Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Andre dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku.
Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Andre dengan menaik turunkan pantatku.
Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Andre diketuk Faiz, Andre..kau sudah tidur?, demikian ketuk Faiz. Langsung saja Andre melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi.
Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku.
Andre dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Faiz masuk, Faiz sempat terkejut melihat Andre telanjang, Sedang apa kamu Andre tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku.
Andre hanya tersenyum dan mengatakan,Mau tau aja.. Dasar Faiz dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.
Setelah Faiz keluar, Andre kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,Rosi buka pintunya..sudah aman. Begitu aku buka pintunya Andre langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku Ahhh..ahh.. erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Andre melahap buah dadaku dan putingku.
Sepuluh menit berlalu dan goyang Andre semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama Andreee lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar.. desahku.
Tahan sayang kita bersamaan keluarnya, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.
Andreee.., desahku tertahan. Ahhh Rosi..kau hebat.. demikian katanya. Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.
Terima kasih Andre..kau hebat.. kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Faiz tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Andre di sekujur buah dadaku.
Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Faiz tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Faiz berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Andre, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Andre.
Saat kami berenang aku menyadari bahwa Andre sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Faiz sedang asyik berenang kulihat Andre memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang.
Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.Faizz aku mau ke dalam ambil makanan ya..! kataku pada Faiz, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Faiz memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.
Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Andre. Di sana Andre sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.
Gila kamu Andre..bisa ketahuan Faiz lho, protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku Tapi kamu menikmatinya khan?!, goda Andre sambil mencium leher belakangku.
Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Andre menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku.
Gila kau Andre, Faiz bisa melihat kita, tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Faiz yang benar-benar sangat menikamti renangnya. Di kamar Andre pun aku sangat menikmati sentuhan Andre.
Rosi kamu suka ini khan? tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang. AHH..Andre.. teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Faiz tidak akan mendengarnya.
Langsung saja Andre memaju mundurkan penisnya di vaginaku..Ahh.. Andre lebih kencang..fuck me Andre..puaskan aku Andre..penismu sungguh luar biasa..Andre aku sayang kamu.. teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Faiz.
Andre mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,Rosi..khhaau hhebat.. desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Faiz melihat sejenak ke kamar Andre maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya.
Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan Teruuus Andre lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Andre, teriaku.
Aaakuu juga Rosii..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh. teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Faiz yang tidak menyadari kejadian itu.
Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Andre. Pernah suatu saat ketika akhirnya Faiz mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.
Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Andre sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang. Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini.

Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku, Andre kamu nakal desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Andre kudapatkan gairah terpendamku selama ini.